CLOSE AD
MARKET DATA

Pemerintah Akan Buka 13.000 Dapur MBG Baru, Lokasinya di Sini

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
29 July 2026 14:25
Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Halim Perdanakusuma bernama 'Dapur Sehat Anak Bangsa' menyiapkan menu makan bergizi gratis (MBG) berisi menu ayam teriyaki, sayur buncis, nasi dan pisang, Jakarta Senin, (6/1/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabk
Foto: Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Halim Perdanakusuma bernama 'Dapur Sehat Anak Bangsa' menyiapkan menu makan bergizi gratis (MBG) berisi menu ayam teriyaki, sayur buncis, nasi dan pisang, Jakarta Senin, (6/1/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai mempercepat pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah siap beroperasi untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari sekitar 13.000 titik SPPG yang telah disiapkan, pemerintah memprioritaskan pembukaan di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, terutama di Papua Pegunungan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, daerah-daerah dengan angka stunting tinggi akan menjadi prioritas utama. Pemerintah menargetkan pembukaan SPPG di wilayah tersebut rampung dalam waktu satu bulan, sementara wilayah lainnya membutuhkan waktu hingga dua bulan.

"Itu nasibnya bagaimana? Kita bagi dua, yang daerah tertinggal, yang tadi digambarkan oleh Mas Dar (Kepala BGN, Sudaryono) dan Menkes (Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin) itu stunting-nya tinggi, kalau di peta itu daerah merah, itu prioritas. Misalnya ya, Papua Pegunungan, NTT, Papua-Papua dan NTT. Nah ini kita akan selesaikan sebulan ini," kata Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Kendati demikian, katanya, tidak seluruh 13.000 titik akan dibuka secara bersamaan. Pembukaan dilakukan bertahap dengan mendahulukan daerah prioritas.

"Dari 13.000 (titik SPPG) itu sebagian artinya. Nah sebagian besar, itu kita perlu waktu dua bulan. Itu ada di Sumatra, ada di Jawa, ya. 3T juga namanya, yang 13.000 tadi. Sebagian kecil, itu yang sangat penting seperti di Papua-Papua Pegunungan, NTT dan lain-lain itu kita salah satu bulan. Sisanya kami akan pelajari, perlu waktu dua bulan," ujarnya.

Karena itu, Zulhas meminta pihak-pihak yang selama ini menunggu kepastian pembukaan SPPG memahami tahapan yang sedang dilakukan pemerintah, dan tidak lagi melakukan aksi demonstrasi.

"Jadi para teman-teman yang bergerak di bidang ini, kalau sudah membaca komunikasi, harap memahami. Jadi nggak usah datang lagi, apa demo lagi," tutur dia

"Yang jauh, itu yang Papua-Papua dan NTT, yang stuntingnya tinggi, satu bulan selesaikan. Yang sisanya dua bulan akan kita set bentuknya apa nanti, kita akan jelaskan berikutnya," sambungnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pembukaan SPPG di wilayah dengan angka stunting tinggi merupakan salah satu kesepakatan pemerintah untuk memperkuat implementasi Program MBG.

Menurutnya, sebelum 5 Agustus 2026, pemerintah akan segera memutuskan pembukaan SPPG yang sudah siap beroperasi di daerah-daerah prioritas.

"Yang stunting itu saya baru wa, termasuk sampai lokasi-lokasinya sudah ada Kabupaten/Kota-nya. Itu nanti akan segera diputuskan oleh Bapak Kepala BGN Sebelum tanggal 5 (Agustus) segera SPPG, yang sudah siap itu dibuka langsung di daerah-daerah yang memang stuntingnya tinggi," kata Budi dalam kesempatan yang sama.

Ia menegaskan, langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan masalah gizi dan stunting, seiring penyempurnaan penentuan sasaran penerima, standar menu, serta evaluasi hasil program MBG.

(wur/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Sudaryono Jelaskan Alasan Larang SPPG Pakai Gas LPG 3 Kg-Beras SPHP


Most Popular
Features