CLOSE AD
MARKET DATA

Schneider Electric Luncurkan Kampanye Bangunan Modern Berkelanjutan

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
28 July 2026 15:32
Media Masterclass for Buildings of The Future, Selasa (28/7/2026)/Khoirul Anam
Foto: Media Masterclass for Buildings of The Future, Selasa (28/7/2026)/Khoirul Anam

Jakarta, CNBC Indonesia - Schneider Electric Indonesia meluncurkan kampanye "Teknologi Cerdas untuk Bangunan yang Efisien". Kampanye bertujuan untuk membantu bangunan modern agar bisa beroperasi lebih efisien, andal, dan berkelanjutan.

Komitmen ini dirangkum dalam empat pilar utama. Pertama Hyper-Efficient yakni memaksimalkan kinerja dengan mengoptimalkan sistem dan alur kerja. Lalu pilar Resilient dengan memastikan bangunan tetap beroperasi dengan baik saat terjadi gangguan, serta mampu pulih dengan cepat setelahnya. Kemudian Sustainable dengan menggunakan sumber daya lebih hemat, memperpanjang masa pakai aset, dan mengelola biaya secara bijak.

Terakhir pilar People-centric dengan menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung produktivitas bagi semua orang.

Business Vice President for Buildings, Schneider Electric Indonesia, Reza Syarif menggunakan industri bangunan menghadapi rendahnya pemanfaatan teknologi dan data. Sebanyak 95,5% data yang telah dikumpulkan dalam industri konstruksi dan engineering belum dimanfaatkan.

Selain itu industri bangunan termasuk sektor dengan tingkat digitalisasi terendah. Di mana sekitar 40% inefisiensi operasional sudah terbentuk sejak tahap desain. Sektor bangunan juga dihadapkan pada empat tantangan utama. Pertama sustainability karena bangunan berkontribusi hampir 40% terhadap emisi karbon global.

Kedua resiliency sebab bangunan perlu tangguh menghadapi lebih dari 350 bencana alam dan non alam yang terjadi di dunia. Kemudian efficiency di mana 30% energi di dalam gedung terbuang sia-sia dan people-centricity karena manusia menghabiskan hampir 90% waktunya di dalam ruangan.

"Efisiensi energi bukan sekadar mengurangi konsumsi listrik, tetapi memastikan energi digunakan secara tepat tanpa mengorbankan keandalan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna. Hal ini membutuhkan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis data, mulai dari memahami kondisi bangunan hingga mengoptimalkan sistem kelistrikan, otomasi, dan pengelolaan operasionalnya," ungkap dia dalam Media Masterclass for Buildings of The Future, Selasa (28/7/2026).

Dalam mendorong kampanye tersebut Schneider Electric menghadirkan Building Management System (BMS) dan Digital Solutions. Solusi pertama adalah EcoStruxure Building Operation atau platform BMS terpadu yang memungkinkan pemantauan, kontrol, dan optimasi berbagai sistem bangunan, termasuk HVAC, kelistrikan, pencahayaan, keamanan, dan energi. Solusi ini membantu meningkatkan efisiensi energi, memperkuat keandalan operasional, serta menyediakan visibilitas real-time untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data.

Kemudian EcoStruxure Power Monitoring Expert (PME) yang membantu pemilik dan pengelola gedung mengubah data energi menjadi tindakan nyata. Dengan visibilitas real-time terhadap konsumsi energi dan kualitas daya, PME memungkinkan identifikasi pemborosan energi lebih cepat, meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, serta mengoptimalkan biaya operasional.

Terintegrasi dengan EcoStruxure Building Operation (EBO), PME menghadirkan satu platform untuk memonitor dan mengelola performa bangunan secara menyeluruh, mendukung operasional yang lebih efisien, berkelanjutan dan berkelanjutan.

Lalu Guest Rooms Management System (GRMS) yakni solusi manajemen kamar yang umumnya digunakan di hotel untuk mengintegrasikan kontrol pencahayaan, HVAC, tirai, dan perangkat kamar lainnya dalam satu sistem terpusat. Solusi ini membantu meningkatkan kenyamanan tamu, mengoptimalkan efisiensi energi berdasarkan tingkat okupansi, serta mendukung operasional hotel yang lebih cerdas dan efisien.

GRMS juga dapat diintegrasikan dengan EcoStruxure Building Operation (EBO) untuk pemantauan dan pengelolaan bangunan yang lebih terpusat dan terintegrasi. Schneider Electric juga memiliki Smart Panel yakni solusi distribusi daya cerdas yang mengintegrasikan sistem distribusi, proteksi, kontrol, monitoring, dan pengukuran energi dalam satu ekosistem terhubung. Solusi ini dapat mencakup Busduct/Busbar Trunking System (BTS), MasterPacT MTZ Active, TeSys Tera, PowerLogic Meter, serta perangkat digital lainnya untuk menyediakan visibilitas real-time terhadap kondisi sistem kelistrikan dan konsumsi energi.

Dengan pendekatan yang terintegrasi, Smart Panel membantu meningkatkan efisiensi energi, keandalan operasional, keselamatan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Dalam hal layanan, Schneider Electric mendorong transformasi bangunan melalui EcoConsult Walkthrough Assessment atau layanan assesmen yang membantu pemilik dan pengelola gedung mengidentifikasi peluang peningkatan efisiensi energi, keandalan, dan keselamatan.

Melalui evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan dan otomasi bangunan, layanan ini memberikan rekomendasi berbasis data untuk mendukung modernisasi aset, optimalisasi operasional, dan pencapaian target keberlanjutan.

Selain itu, ada EcoConsult Energy Efficiency atau layanan assessment energi yang membantu pemilik dan pengelola gedung mengidentifikasi peluang penghematan energi, mengevaluasi kinerja sistem, dan menganalisis pola konsumsi energi. Layanan ini memberikan rekomendasi berbasis data untuk mengoptimalkan penggunaan energi, mengurangi biaya operasional, serta mendukung operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.

"Melalui kampanye 'Teknologi Cerdas untuk Bangunan yang Efisien', Schneider Electric berkomitmen untuk mendorong terciptanya bangunan yang lebih efisien, resilient, sustainable, dan berorientasi pada manusia baik untuk gedung baru maupun yang sudah ada," pungkas Reza.

(rah/rah) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Produsen Alat Listrik Ngeluh ke Purbaya, Minta Akses Setara di KEK


Most Popular
Features