CLOSE AD
MARKET DATA
Suhu DKI 35 Derajat Celcius

Bumi Panas Mendidih-Siaga Malapetaka Landa RI, BMKG: El Nino Menguat

Damiana,  CNBC Indonesia
28 July 2026 12:05
Karhutla terjadi di Gampong Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe pada Minggu (26/7) pukul 18.30 WIB. (Dok. BPBD Kota Lhokseumawe)
Foto: Karhutla terjadi di Gampong Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe pada Minggu (26/7) pukul 18.30 WIB. (Dok. BPBD Kota Lhokseumawe)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi, fenomena iklim El Nino terus menguat. Warga diingatkan agar waspada kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dan angin kencang.

Dalam prediksi Potensi Hujan Sepekan ke depan yang dirilis BMKG pada Senin (27/7/2026) dijabarkan, musim kemarau terus meluas dan kondisi kering semakin mendominasi wilayah Indonesia.

Hasil pemantauan Dasarian II Juli 2026, curah hujan kategori rendah tercatat mencakup 92,93% wilayah, sedangkan kategori menengah sebesar 6,63% dan kategori tinggi hanya 0,45%. Kondisi ini juga tercermin dari sifat hujan, di mana 89,97% wilayah didominasi kategori bawah normal. Hingga periode tersebut, sebanyak 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 72,8% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

BMKG mengingatkan, seiring menguatnya kondisi kering di sejumlah wilayah, masyarakat dan pemerintah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan titik panas (hotspot) serta potensi karhutla.

Dari hasil laporan pada periode 24-27 Juli 2026, BMKG mencatat terjadi kekeringan di Jawa Tengah serta kejadian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, juga Sulawesi Selatan.

"Situasi ini menunjukkan perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap berkurangnya ketersediaan air, meluasnya titik panas, dan potensi kebakaran di lahan yang mudah terbakar," tulis BMKG.

"Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik untuk membuka atau membersihkan lahan maupun membakar sampah, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, hutan, dan lahan kering. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas," tegas BMKG.

El Nino Semakin Menguat

Terkait kondisi dinamika atmosfer sepekan ke depan, BMKG menjelaskan, dominasi kondisi kering yang terjadi saat ini selaras dengan perkembangan dinamika iklim global.

"Indeks Nino 3.4 dasarian masih tercatat sebesar +2,26, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) mencapai -28,2. Indikator tersebut mengindikasikan El Nino Event dengan intensitas kuat dan berpotensi semakin menguat pada tahun ini," ungkap BMKG.

"Kondisi ini dapat menghambat proses pembentukan awan hujan dan semakin memperkuat kecenderungan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia," lanjut BMKG.

MONITORING HARI TANPA HUJAN (PEMUTAKHIRAN: DASARIAN II JULI 2026) Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian II Juli 2026 dirilis BMKG pada 23 Juli 2026. (Dok. BMKG)MONITORING HARI TANPA HUJAN (PEMUTAKHIRAN: DASARIAN II JULI 2026) Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian II Juli 2026 dirilis BMKG pada 23 Juli 2026. (Dok. BMKG) Foto: MONITORING HARI TANPA HUJAN (PEMUTAKHIRAN: DASARIAN II JULI 2026) Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian II Juli 2026 dirilis BMKG pada 23 Juli 2026. (Dok. BMKG)

Peringatan Dini Sepekan

Namun, BMKG menambahkan, meski musim kemarau semakin dominan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal.

Karena itu, masyarakat dan para pemangku kepentingan perlu tetap mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir, serta menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh saat cuaca buruk.

Berikut peringatan dini yang dikeluarkan BMKG untuk kondisi cuaca di Indonesia sepekan, berlaku untuk periode 28 Juli sampai 4 Agustus 2026.

  • Periode 28-30 Juli 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan Barat, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

- Siaga (hujan lebat-sangat lebat)

Sulawesi Selatan

- Angin Kencang

Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, dan papua Selatan

  • Periode 31 Juli-4 Agustus 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

- Angin Kencang

Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.

Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis

Peringatan ini berlaku untuk Dasarian III Juli 2026 pada klasifikasi:

- Waspada

Beberapa kabupaten/kota di Provinsi Bali, Banten, Di Yogyakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara

- Siaga

Bali, Banten, DI. Yogyakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara

- Awas

Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Dampak kemarau panjang membuat aliran Sungai Cisadane pintu 10 di Kota Tangerang, Banten menyusut drastis, Jumat (24/7/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Dampak kemarau panjang membuat aliran Sungai Cisadane pintu 10 di Kota Tangerang, Banten menyusut drastis, Jumat (24/7/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Dampak kemarau panjang membuat aliran Sungai Cisadane pintu 10 di Kota Tangerang, Banten menyusut drastis, Jumat (24/7/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Suhu dan Cuaca DKI Jakarta Hari Ini

Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, BMKG memprediksi cuaca hari ini, Selasa (28/7/2026) didominasi kondisi berawan tebal dan cerah berawan. Khusus wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB diprediksi dalam kondisi udara kabur.

Sementara, suhu hari ini diprediksi berkisar 25-35 °C. Suhu mencapai puncak di 35°C diprediksi terjadi pada siang hari, sekitar pukul 13 WIB, terutama di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sedangkan suhu di kawasan Kepulauan Seribu hari ini diprediksi berkisar 27-28°C.

[Gambas:Instagram]

(dce/dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article RI Siaga 1 Kekeringan, di Ribuan Lokasi Tak Turun Hujan Berhari-hari


Most Popular
Features