MARKET DATA

Amran Jamin RI Sudah Siap Hadapi Musim Kemarau, Ungkap Kapan Hujan

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
27 July 2026 16:15
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat ditemui di kantor Kementan, Jakarta, Senin (27/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat ditemui di kantor Kementan, Jakarta, Senin (27/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan kesiapan infrastruktur pengairan untuk menjaga produksi pangan nasional di tengah musim kemarau. Koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) disebut telah berjalan, mulai dari irigasi, embung, pompanisasi hingga waduk dan bendungan.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah telah mengantisipasi datangnya musim kemarau yang umumnya berlangsung pada Agustus hingga Oktober.

"Setiap Agustus kan kemarau. Agustus, September, Oktober. November hujan. Biasa (seperti itu). Seingat saya tanggal 26 Oktober sudah hujan. Ya memang musimnya. Tapi kita sudah antisipasi. Kenapa? Pompa ada 100 ribu lebih," kata Amran saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Saat ditanya mengenai koordinasi dengan Kementerian PU dalam menjaga fasilitas pengairan seperti waduk dan bendungan, Amran memastikan sinergi tersebut telah berjalan sejak dua tahun lalu.

"Oh iya iya sudah, (koordinasi dengan) PU sudah jalan, sudah dua tahun. Jadi irigasi, embung, pompanisasi, irpom (irigasi dan pompa), kemudian waduk-waduk, baru-baru bendungan kita resmikan, diresmikan Bapak Presiden. Sudah jalan," ujarnya.

Senada dengan Amran, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan, Hermanto mengatakan koordinasi antara Kementan dan Kementerian PU telah dilakukan sejak awal untuk menghadapi musim kemarau, terutama apabila terjadi kekeringan di sejumlah wilayah.

"Nah, jadi kita dalam menghadapi musim kemarau ini, kita Kementan ya melalui (Ditjen) LIP dengan PU sudah dari awal, sudah terkoordinasi ya sudah terkonsolidasi, dan setiap ada beberapa titik yang menjadi kekeringan yang sangat ekstrim itu kita langsung turun bersama," ujar Hermanto ditemui terpisah.

Ia menuturkan, Kementan juga terus menjalankan berbagai program untuk memperkuat pengairan pertanian, mulai dari irigasi perpompaan, irigasi perpipaan hingga pembangunan embung dan long storage.

"Kita juga sudah punya program, misalnya untuk menangani irigasi itu seperti irpom, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, kemudian ada bangunan konservasi gitu ya kayak embung, long storage itu sekarang terus berjalan ya, karena itu dikerjakan kan kelompok tani ya," kata dia.

Hermanto mengungkapkan, sejumlah wilayah di Pulau Jawa mulai mengalami kekeringan di beberapa titik. Meski demikian, pemerintah terus melakukan penanganan dan akan kembali menggelar rapat koordinasi agar respons di lapangan bisa dilakukan lebih cepat.

"Jadi ada beberapa titik yang memang, khususnya di Pulau Jawa sudah mulai apa beberapa lokasi itu terjadi kekeringan, tapi kita terus bantu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, mungkin hari Rabu ya rencananya, itu kita mau rakor untuk bisa melakukan konsolidasi lagi supaya di lapangan kita bisa lebih cepat lagi dari sekarang, gerakan-gerakan kalau memang terjadi kekeringan," ujarnya.

Ia menjelaskan, pemeliharaan bendungan, waduk, serta jaringan irigasi primer dan sekunder merupakan kewenangan Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS). Sementara itu, Kementan tetap menjalankan berbagai program pendukung pengairan di tingkat petani.

"Kalau misalnya kayak bendungan, kayak irigasi primer, waduk gitu ya, kemudian sekunder itu kan teman-teman PU ya, di bawahnya kan ada BWS yang langsung menangani itu ya," jelas Hermanto.

"Tapi program kita terus jalan ya dari awal sudah bergerak itu kan. Cuman kan ini kan cukup luas ya, cukup luas ya mudah-mudahan sampai hari ini masih bisa kita tangani lah tangani dengan baik," sambungnya.

Selain itu, Kementan juga terus menambah bantuan pompa untuk daerah-daerah yang memiliki keterbatasan air, tetapi masih memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan.

"Ada, di Kementan tuh ada nambah pompa itu nambah pompa ya terutama untuk daerah-daerah yang memang airnya sangat kurang, tapi sumber airnya ada yang perlu dipompa, itu masih terus itu jalan," pungkas dia.

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article RI Mau Diserang Suhu Panas Mendidih, Anak Buah Amran Siap Siaga


Most Popular
Features