Destry Gantikan Perry Jadi Plt Gubernur BI, Ini Pesan Anindya Bakrie
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie berharap pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara otoritas moneter dan pemerintah. Sinergi tersebut dinilai penting agar stabilitas ekonomi tetap terjaga tanpa mengorbankan aktivitas dunia usaha.
Anindya mengatakan kebijakan moneter dan fiskal perlu saling melengkapi dalam menghadapi tantangan ekonomi. Menurutnya, pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar harus menjadi agenda bersama yang dijalankan secara seimbang.
"Ke depan, Kadin mengharapkan kerja sama yang lebih baik lagi antara otoritas moneter dan otoritas fiskal. BI perlu mendukung fiskal dan sebaliknya pemerintah mendukung stabilitas moneter dengan mengendalikan laju inflasi," kata Anindya.
Ia menilai stabilitas rupiah tetap menjadi perhatian utama pelaku usaha. Di sisi lain, dunia usaha juga membutuhkan kepastian biaya pendanaan agar aktivitas investasi dan ekspansi bisnis tidak terganggu.
"Dalam jangka pendek, BI diharapkan lebih efektif menjaga stabilitas rupiah dan mengembalikan nilai tukar rupiah ke level Rp16.500 per dolar AS sebagaimana asumsi APBN 2026," ujarnya.
Menurut Anindya, Bank Indonesia memiliki berbagai instrumen kebijakan selain menaikkan suku bunga acuan. Pemanfaatan instrumen yang lebih beragam dinilai dapat menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan keberlangsungan dunia usaha.
"Kenaikan suku bunga acuan, BI Rate, tidak mesti menjadi satu-satunya instrumen untuk menjaga stabilitas rupiah. Banyak instrumen moneter yang bisa dilakukan BI. Jangan terus-menerus menaikkan suku bunga untuk menjaga rupiah. Karena dampaknya akan negatif bagi dunia usaha," katanya
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan konferensi Pers terkait Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo Mundur, di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Dok. Istimewa) Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan konferensi Pers terkait Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo Mundur, di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Dok. Istimewa) |
Ia menilai menjaga nilai tukar tetap stabil tanpa membebani sektor usaha akan menjadi tantangan besar bagi Gubernur Bank Indonesia berikutnya. Keberhasilan menjalankan tugas tersebut dinilai akan memberikan dampak positif terhadap iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Bagaimana menjaga stabilitas rupiah dengan tetap mempertahankan suku bunga adalah tugas berat gubernur yang akan datang," tutupnya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani mengatakan pergantian kepemimpinan di bank sentral harus dilakukan dengan tata kelola yang baik. Menurutnya, dunia usaha membutuhkan kesinambungan kebijakan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan normal.
"Dunia usaha menghormati keputusan yang telah disampaikan dan berpandangan bahwa proses transisi kepemimpinan di Bank Indonesia perlu dijalankan secara baik, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Yang paling penting bagi dunia usaha adalah terjaganya policy continuity, kredibilitas institusi, dan kepercayaan pasar terhadap independensi BI sebagai otoritas moneter," kata Shinta kepada CNBC Indonesia, Senin (27/7/2026).
Perhatian pasar terhadap pergantian Gubernur BI merupakan hal yang wajar. Namun, kondisi tersebut tidak akan berkembang menjadi sentimen negatif apabila kepastian arah kebijakan segera diberikan kepada pelaku pasar.
"Pengunduran diri Gubernur BI di tengah masa jabatan secara alami akan menjadi perhatian pasar. Faktor yang paling menentukan adalah seberapa cepat kepastian mengenai proses transisi dan arah kebijakan dapat diberikan kepada pasar," ujarnya.
Komunikasi kebijakan yang konsisten akan menjadi kunci menjaga stabilitas pasar. Menurutnya, investor membutuhkan arah yang jelas selama masa pergantian kepemimpinan berlangsung.
"Apabila transisi berjalan dengan baik dan komunikasi kebijakan tetap clear, credible, and predictable, maka volatilitas pasar dapat diminimalkan dan kepercayaan investor tetap terjaga," katanya.
Ia berharap proses penunjukan Gubernur BI definitif dapat berlangsung cepat sehingga ketidakpastian tidak berlarut-larut. Dengan demikian, pelaku usaha dapat kembali fokus menjalankan aktivitas bisnis di tengah tantangan ekonomi global.
"Sebaliknya, ketidakpastian yang berlangsung terlalu lama berpotensi mempengaruhi sentimen pasar, nilai tukar, biaya pendanaan, serta keputusan investasi," kata Shinta.
(fys/wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
