MARKET DATA

Anindya Bakrie Respons Alasan Perry Warjiyo Resign, Sorot Nasib QRIS

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
27 July 2026 13:45
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie saat ditemui di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). (CNBC indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie saat ditemui di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). (CNBC indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menghormati keputusan Perry Warjiyo untuk mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hak pribadi yang patut dihargai.

Anindya mengatakan selama memimpin bank sentral, Perry telah memberikan banyak kontribusi terhadap stabilitas ekonomi nasional. Hubungan antara Kadin dan Bank Indonesia juga disebut berjalan baik melalui berbagai forum diskusi mengenai kondisi ekonomi dan dunia usaha.

"Pengunduran diri Pak Perry, seperti yang dijelaskannya, adalah keputusan pribadi dengan alasan pribadi. Kita menghormati keputusan beliau," kata Anindya kepada CNBC Indonesia, Senin (27/7/2026).

Ia menilai kepemimpinan Perry meninggalkan sejumlah capaian penting yang masih dirasakan manfaatnya hingga saat ini. Salah satunya adalah keberhasilan mendorong transformasi sistem pembayaran digital melalui implementasi QRIS yang kini digunakan secara luas.

"Kadin mengapresiasi atas semua jasa baik Pak Perry dalam menjaga stabilitas moneter selama delapan tahun menjabat Gubernur BI. Selama saya menjadi Ketum Kadin, hubungan kami cukup baik. Kadin sudah dua kali berdiskusi dengan Gubernur BI dan jajarannya di BI tentang isu aktual, khususnya dukungan BI terhadap dunia usaha," ujarnya.

QRIS menjadi salah satu tonggak penting modernisasi sistem pembayaran nasional. Kehadiran sistem tersebut tidak hanya menyatukan berbagai standar pembayaran digital di dalam negeri, tetapi juga mulai dimanfaatkan dalam transaksi lintas negara di kawasan Asia Tenggara.

"Banyak jasa Pak Perry yang sudah beliau torehkan. Salah satu yang menonjol adalah kehadiran QRIS yang resmi diluncurkan BI bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia pada 17 Agustus 2019. Saat ini QRIS telah digunakan di beberapa negara, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura," katanya.

Anindya berharap fondasi yang telah dibangun selama kepemimpinan Perry dapat terus dilanjutkan oleh pimpinan Bank Indonesia berikutnya. Menurutnya, kesinambungan kebijakan menjadi penting agar transformasi sektor keuangan dan dukungan terhadap dunia usaha tetap berjalan.

"Kita menghormati keputusan beliau," kata Anindya.

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Gubernur BI: Koordinasi Fiskal & Moneter Selama ini Sangat-Sangat Erat


Most Popular
Features