CLOSE AD
MARKET DATA

Menurut Keyakinan Bahlil: Mobil Hidrogen Bakal Jadi Pesaing EV

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
22 July 2026 11:30
Peresmian uji coba bus hidrogen, dalam acara Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026, di JCC, Jakarta. Selasa (21/7/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: Peresmian uji coba bus hidrogen, dalam acara Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026, di JCC, Jakarta. Selasa (21/7/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meyakini kendaraan berbahan bakar hidrogen akan menjadi pesaing serius kendaraan listrik berbasis baterai (EV) dalam lima hingga 10 tahun ke depan.

Menurut dia, perkembangan teknologi hidrogen terus mengalami kemajuan sehingga berpotensi menjadi alternatif utama dalam transisi energi sektor transportasi.

"Keyakinan saya paling lambat, paling lambat keyakinan saya 5-10 tahun ke depan hidrogen ini akan menyaingi kendaraan listrik yang berbasis baterai," ujar Bahlil dalam acara Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta, dikutip Rabu (22/7/2026).

Bahlil memandang persaingan antara teknologi hidrogen dan kendaraan listrik berbasis baterai sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, Jepang menjadi salah satu negara yang mendorong pengembangan teknologi hidrogen, sementara China lebih fokus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik.

"Ini perdebatannya hidrogen dipimpin oleh negara di Asia juga tapi tidak perlu saya ngomonglah negara mana penelitiannya ke sana kemudian EV battery dilakukan oleh China ini kan terjadi perdebatan saingan teknologi," katanya.

Meski begitu, Bahlil menegaskan Indonesia tidak ingin berpihak pada salah satu teknologi tertentu. Pemerintah, kata dia, akan memilih teknologi yang paling sesuai dengan kepentingan nasional.

"Bagi saya adalah keberpihakan negara akan ditentukan dari yang pertama adalah tetap kita pakai energi bersih yang kedua adalah energi yang efisien dan yang ketiga adalah energi itu bisa dihasilkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Bahlil.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article RI Kembangkan Hidrogen Tapi Harganya Masih Mahal, Ini Imbauan Bahlil


Most Popular
Features