Geger Pria Gondol 1.600 Batang Emas Senilai Rp 5,7 Miliar
Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pria divonis hukuman penjara tiga tahun dua bulan. Pria warga Malaysia itu terbukti terlibat dalam jaringan penipuan lintas negara.
Pelaku yang diidentifikasi bernama Turah Raju Subramaniam (39), merupakan warga Malaysia. Ia dipidana usai menggondol 1.600 batas emas milik seorang wanita Singapura berusia 54 tahun, yang lalu dilarikannya ke Malaysia.
Mengutip laporan Channel News Asia (CNA), ribuan batang emas itu seberat 2.000 gram dan bernilai lebih dari S$412.791 (sekitar Rp 5,72 miliar). Meski ia sudah ditangkap, hingga kini emas-emas itu belum berhasil ditemukan dan belum ada ganti rugi ke korban.
Aksi penipuan ini bermula ketika korban, mendapat panggilan telepon dari pihak yang mengaku sebagai departemen anti-fraud bank. Korban dimanipulasi dan dituduh terlibat dalam kasus pencucian uang hingga dikirimi dokumen palsu berupa surat penangkapan serta perintah pembekuan aset.
Guna membersihkan namanya, korban diinstruksikan untuk memindahkan dana dan membeli 1.600 batang emas 24 karat di Mustafa Centre, Little India. Korban yang panik lantas menyerahkan lima tas berisi emas tersebut kepada Turah yang menyamar menggunakan nama petugas "Bala Krishnan BK 1505" di luar area pusat perbelanjaan.
"Emas bernilai miliaran rupiah tersebut langsung dibawa Turah menggunakan mobil yang telah disiapkan jaringan sindikat menuju Malaysia," muat CNA.
"Turah akhirnya berhasil ditangkap oleh kepolisian pada November 2025 saat berupaya untuk masuk kembali ke wilayah Singapura," tambahnya.
Jaksa penuntut umum menegaskan bahwa tindakan Turah yang didorong oleh kepentingan pribadi telah memfasilitasi praktik penipuan berskala besar yang terorganisasi secara rapi dari jarak jauh. Atas perbuatannya membantu menyembunyikan hasil kejahatan, pelaku sebenarnya terancam hukuman maksimal hingga 10 tahun penjara atau denda hingga 500.000 dolar Singapura (Rp 6,93 miliar), atau keduanya, namun hukumannya lebih ringan karena mengaku.
source on Google [Gambas:Video CNBC]