CLOSE AD
MARKET DATA
Internasional

Panglima Militer Ini di Ujung Tanduk, Disebut Ribut dengan Eks Menhan

luc,  CNBC Indonesia
21 July 2026 14:35
Prajurit Ukraina mengendarai kendaraan militer, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, dekat perbatasan Rusia di wilayah Sumy, Ukraina 10 Agustus 2024. (REUTERS/Viacheslav Ratynskyi)
Foto: Prajurit Ukraina mengendarai kendaraan militer, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, dekat perbatasan Rusia di wilayah Sumy, Ukraina 10 Agustus 2024. (REUTERS/Viacheslav Ratynskyi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nasib Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Jenderal Oleksandr Syrskyi dikabarkan berada di ujung tanduk di tengah gelombang protes yang mengguncang ibu kota Kyiv. Presiden Volodymyr Zelensky disebut-sebut tengah mempertimbangkan perombakan jajaran pimpinan militer setelah tekanan publik terus menguat menyusul pemecatan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov.

Selama lima hari terakhir, ribuan demonstran berkumpul di depan kantor kepresidenan Ukraina sambil meneriakkan slogan, "Syrskyi out". Massa juga mendesak Zelensky mengembalikan Fedorov ke jabatan Menteri Pertahanan setelah ia diberhentikan pekan lalu akibat perselisihan dengan Syrskyi dan Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.

Fedorov yang baru berusia 35 tahun dikenal sebagai sosok modernis dan secara luas mendapat pujian karena dinilai berhasil memperbaiki posisi Ukraina di medan perang selama enam bulan menjabat sebagai menteri pertahanan.

Di tengah derasnya tekanan politik, Syrskyi pada Senin (20/7/2026) menerbitkan artikel opini di sebuah surat kabar yang membantah adanya konflik pribadi dengan Fedorov.

"Saya terkejut mengetahui bahwa menteri dan saya disebut sedang berkonflik," tulis Syrskyi.

Ia menegaskan hubungan keduanya selama ini bersifat profesional meski diwarnai perbedaan pandangan.

"Saya memandang hubungan kami sebagai hubungan kerja, dengan persoalan-persoalan yang rumit, dengan posisi yang berbeda. Memang seharusnya seperti itu antara dua institusi selama perang besar berlangsung," ujarnya.

Syrskyi bahkan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka apabila sikapnya dianggap menyinggung mantan menteri tersebut.

"Saya mungkin bisa bersikap keras. Tetapi saya meminta kepada Anda semua yang mengikuti kisah ini dengan penuh antusias: mari fokus bukan pada persoalan pribadi, melainkan pada tujuan yang lebih besar. Pada kemenangan," katanya.

Jenderal tersebut juga menolak tudingan bahwa dirinya tidak memiliki strategi dalam memimpin perang melawan Rusia.

"Saya berperang melawan Moskow, bukan melawan kementerian pertahanan di Kyiv. Pekerjaan saya adalah perang. Strategi, garis depan, dan rakyat. Itulah yang saya lakukan dan akan terus saya lakukan," tegasnya.

Meski demikian, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina Senin membantah berbagai laporan media yang menyebut Syrskyi segera dicopot dari jabatannya. Dalam pernyataan resmi, mereka mengatakan Syrskyi bersama wakilnya Andriy Hnatov masih menjalankan tugas seperti biasa.

"Pemberhentian dari jabatan tersebut dilakukan berdasarkan dekret Presiden Ukraina," demikian pernyataan Staf Umum.

Walaupun pemerintah membantah isu pergantian panglima, Kepala Staf Kepresidenan Ukraina Kyrylo Budanov memberi sinyal bahwa aspirasi publik telah didengar. "Posisi publik telah didengar," kata Budanov, dilansir The Guardian.

Ia mengatakan pemerintah tengah menangani situasi tersebut secara profesional.

"Situasi ini sedang diselesaikan secara profesional dan konstruktif," ujarnya sambil meminta masyarakat tetap tenang.

"Mari semua tetap tenang. Musuh mengawasi dengan cermat setiap perselisihan internal kita dan menunggu kita mulai bertikai satu sama lain... pekerjaan sedang berlangsung. Hasilnya akan mengikuti," lanjut Budanov.

Aksi protes sendiri dimulai Kamis pekan lalu. Sejumlah demonstran bahkan membawa parutan keju sebagai simbol sindiran terhadap Syrskyi, karena pelafalan nama sang jenderal dalam bahasa Ukraina terdengar mirip dengan kata "keju".

Zelensky sebelumnya mengakui hubungan antara Fedorov dan Syrskyi memang telah memburuk.

Setelah dicopot dari jabatan Menteri Pertahanan, Fedorov menuduh petinggi militer menghambat agenda reformasi.

Menurutnya, pimpinan militer menciptakan berbagai "hambatan birokrasi" terhadap reformasi, mengabaikan data, dan justru memberi penghargaan kepada brigade-brigade yang loyal secara pribadi kepada Syrskyi.

Seorang sumber dari kalangan militer mengatakan kepada media bahwa masa depan Syrskyi praktis sudah ditentukan.

"Nasibnya sudah diputuskan. Pertanyaannya tinggal siapa yang akan menggantikannya. Ada beberapa persyaratan penting. Orang itu harus dikenal dan populer sehingga semua orang akan bertepuk tangan," kata sumber tersebut.

Menurut sumber itu, pengganti Syrskyi juga tidak boleh memiliki ambisi politik terbuka agar tidak menjadi pesaing baru bagi Zelenskyy.

"Tetapi dia juga tidak boleh memiliki ambisi politik terbuka agar tidak menciptakan rival baru. Dia harus seorang militer berpengalaman yang mendengarkan presiden dan melakukan apa yang diinginkan presiden," tambahnya.

Pada Senin, Zelensky menggelar pertemuan dengan sejumlah kandidat potensial pengganti Syrskyi. Salah satu nama yang disebut adalah Mykhailo Drapatiy, Kepala Pasukan Gabungan Ukraina.

Drapatiy dikenal luas sejak 2014 ketika mengendarai tank menerobos blokade kelompok pro-Rusia saat Moskow pertama kali berupaya merebut kota Mariupol di Ukraina timur.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Pertahanan baru Yevheniy Khmara yang ditunjuk Zelenskyy menggantikan Fedorov.

Hingga kini belum jelas apakah Fedorov akan dikembalikan ke jabatan lamanya sebagaimana dituntut demonstran atau diberi posisi lain di pemerintahan.

Penyelenggara demonstrasi memberikan tenggat waktu hingga Jumat bagi Zelensky untuk mengembalikan Fedorov sebagai Menteri Pertahanan. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mereka mengancam menggelar "protes umum tanpa batas waktu" di berbagai kota di Ukraina.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Presiden Copot Menhan di Tengah Perang, Tuai Kritik dari Publik


Most Popular
Features