CLOSE AD
MARKET DATA

Mau Rilis, Pengusaha Penasaran Bentuk-Produsen Motor Listrik Nasional

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
21 July 2026 15:55
Penjualan motor listrik di awal tahun cukup tersendat imbas tidak adanya subsidi Rp 7 juta dari pemerintah. Pantauan CNBC Indonesia di dua diler motor listrik wilayah Jakarta Selatan pada Senin (13/1/2024) minim pengunjung yang datang. (Dok. Istimewa
Foto: Penjualan motor listrik di awal tahun cukup tersendat imbas tidak adanya subsidi Rp 7 juta dari pemerintah. Pantauan CNBC Indonesia di dua diler motor listrik wilayah Jakarta Selatan pada Senin (13/1/2024) minim pengunjung yang datang. (Dok. Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wacana pembentukan motor listrik nasional masih menyisakan banyak tanda tanya, termasuk mengenai merek yang nantinya akan digunakan pemerintah. Hingga saat ini belum ada kepastian apakah pemerintah akan menggandeng produsen yang sudah ada atau membangun merek baru.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi mengaku belum mengetahui arah kebijakan tersebut karena belum ada pembahasan resmi dengan asosiasi.

"[Apakah menggandeng Gesits, Alva atau yang lain?] Enggak tahu saya. Kalau nanti akan digandeng, menurut saya Gesits kan punya BUMN, sudah lama ada. Saya enggak tahu apakah itu mau digedein lagi, dikuatkan atau seperti apa, saya juga belum tahu sampai sekarang," kata Budi kepada CNBC Indonesia, Selasa (21/7/2026).

Pelaku industri saat ini masih menunggu langkah pemerintah. Karena belum ada komunikasi resmi, asosiasi juga belum bisa memastikan keterlibatan produsen motor listrik yang sudah beroperasi di dalam negeri.

Namun pengusaha tetap membuka pintu apabila pemerintah ingin berdiskusi mengenai kondisi industri saat ini. Pengalaman para pelaku usaha dinilai dapat menjadi masukan dalam menyusun arah kebijakan.

"Kalau kita diajak mendalami kondisi existing atau progresnya ya kita siap. Tapi jangan sampai kita membantu, kemudian yang sudah mengembangkan dari awal malah tidak diajak kolaborasi," ujarnya.

Budi mengatakan industri motor listrik tidak dibangun dalam waktu singkat. Menurutnya, banyak perusahaan yang telah berjuang membangun pasar, meski dalam perjalanannya ada yang berkembang, bertahan, hingga berhenti beroperasi.

Karena itu, ia berharap pemerintah tetap memberikan ruang yang setara bagi seluruh pelaku industri apabila program motor listrik nasional benar-benar direalisasikan.

"Jangan sampai nanti sepertinya yang punya pemerintah diutamakan, yang ini sudah mati. Jangan. Kita harus punya level yang sama untuk hadir di masyarakat," tegasnya.

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto mengungkap motor listrik ini akan diproduksi langsung oleh anak Indonesia. Namun begitu, ia tidak merinci merek dan kapan motor tersebut akan diluncurkan.

"Sebentar lagi kita sudah punya motor nasional. Saya akan launching beberapa minggu ini motor listrik nasional," kata Prabowo dalam pidatonya di acara Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos Motor Listrik Minta Pemerintah Tak Tinggalkan Pabrikan Swasta


Most Popular
Features