Purbaya Pastikan Anggaran MBG Bakal Dipangkas, Jadi Berapa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi adanya kemungkinan penurunan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun ini.
Namun, pemerintah masih menunggu penjelasan rinci dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait strategi pelaksanaan program tersebut hingga akhir tahun.
Purbaya mengatakan dalam waktu dekat dirinya akan bertemu langsung dengan Kepala BGN untuk membahas arah kebijakan dan kebutuhan anggaran program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
"Saya mau ketemu Ketua MBG minggu-minggu ini, mau lihat seperti apa akhirnya strateginya dia untuk tahun ini. Tapi yang jelas kemungkinan ada penurunan," ujar Purbaya saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, dikutip Selasa (21/7/2026).
Pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa anggaran MBG akan mengalami penyesuaian setelah sebelumnya BGN mengkaji kebutuhan pendanaan program tersebut.
Meski demikian, Purbaya belum bersedia mengungkap besaran pemangkasan yang akan dilakukan. Ia menegaskan keputusan tersebut berasal dari evaluasi internal BGN.
Sebelumnya, saat ditanya mengenai kabar penghematan anggaran hingga Rp40 triliun, Purbaya meminta publik menunggu penjelasan resmi dari BGN. Saat itu, ia mengakui pemotongan anggaran kemungkinan akan cukup besar.
"Mungkin (sekitar Rp 40 triliun). Tanya dia saja (BGN), dia lebih ngerti daripada saya. Nanti akan signifikan lah pemotongannya, tetapi bukan saya yang usul ya, Kepala BGN sendiri," ucap Purbaya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2026).
Sebagai informasi, pagu anggaran MBG yang semula mencapai Rp335 triliun telah direvisi menjadi Rp268 triliun. Kini pemerintah masih menghitung kebutuhan riil program seiring evaluasi pelaksanaan di lapangan.
Selain membahas efisiensi anggaran, Kementerian Keuangan juga akan memperketat pengawasan penggunaan dana MBG. Purbaya mengungkapkan pihaknya berencana menugaskan jajaran Kemenkeu di daerah untuk memantau pengelolaan anggaran pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pengawasan tersebut diharapkan mulai berjalan dalam waktu dekat guna memastikan penggunaan anggaran tetap akuntabel dan tepat sasaran.
"Nanti orang-orang saya di daerah akan monitor SPPG-SPPG itu secara berkala. Jadi saya punya alat dan saya bisa kontrol ke anggarannya," kata Purbaya.
Langkah ini dilakukan seiring besarnya alokasi dana program MBG yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah dan kelompok rentan.
(haa/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]