MARKET DATA

Rumitnya Proyek Gas Masela: Bangun Pipa 180 Km-1.000 M di Bawah Laut

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
17 July 2026 08:10
Sejumlah keamanan berjaga di Lahan proyek pengembangan Kilang Gas Alam Cair (LNG) darat (onshore) Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026). (CNBC Indonesia/Romys Binekasri)
Foto: (CNBC Indonesia/Romys Binekasri)

Maluku, CNBC Indonesia - Proyek gas "raksasa" Lapangan Abadi, Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku akhirnya mulai dibangun. Babak baru proyek dengan nilai investasi mencapai US$ 20,9 miliar atau setara Rp360 triliun ini ditandai dengan peresmian peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Kamis (16/7/2026).

Proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Wilayah Kerja Masela merupakan proyek pengembangan gas alam yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) Sektor Energi di Indonesia di mana Inpex Corporation melalui anak perusahaannya Inpex Masela, Ltd. menjadi operatornya.

Prabowo mengatakan, pembangunan proyek ini sangat penting dalam perjalanan pembangunan Indonesia. Ia bersyukur, setelah hampir tiga dekade menunggu, akhirnya Proyek ini mulai dibangun juga.

"Proyek ini hampir 3 dekade 3 dasawarsa, kita tunggu. 3 dekade 3 dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan, dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," ujar Prabowo dalam sambutan peresmian.

Prabowo menguraikan bahwa di Kepulauan Tanimbar di Maluku Indonesia memiliki cadangan energi yang sangat besar. "Kita sudah sadar ini 28 tahun yang lalu, dan kita menghargai semua unsur, kita apresiasi kita harus memberi suatu penghargaan sekali lagi kepada semua unsur yang telah memungkinkan proyek ini terwujud," tuturnya.

Prabowo menyebut, ada upaya yang tak mudah dalam pembangunan proyek strategis ini. Membutuhkan sinergi antar kementerian dan lembaga untuk dapat merealisasikannya, oleh karena itu ia memberikan apresiasi kepada investor yakni Inpex Corporation selaku pemilik hak partisipasi (Participating Interest/PI) mayoritas di Blok Masela ini, yakni sebesar 65%. "Kita hargai dari kawan-kawan kita dari Jepang yang investasi di sini dari Inpex, kita juga berterima kasih saudara-saudara kita dari Malaysia Petronas juga ikut di sini," imbuhnya.

Prabowo menuturkan, yang terlibat dalam proyek ini harus selalu menguntungkan. Sebab, pemerintah memiliki tanggung jawab kepada rakyat. Ia meyakini, proyek ini akan menjadi pendorong bagi kemajuan Indonesia, khususnya Indonesia Timur.

"Sekali lagi saya tegaskan, jalankanlah proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan. Para investor harus untung," sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku tak mudah merealisasikan proyek yang sudah dicanangkan sejak tahun 1998 atau 28 tahun lalu. Setelah melewati berbagai pembahasan, akhirnya dapat tereksekusi pada tahun 2026 ini. Sebagaimana diketahui, mandeknya proyek ini utamanya disebabkan perdebatan panjang pemilihan lokasi pembangunan LNG baik di laut maupun di darat.

"2015-2016 harusnya sudah mulai, tapi terjadi perdebatan antara mau dilakukan di Onshore atau di Offshore," ucapnya.

Namun, pada akhirnya, pemerintah memutuskan untuk menjalankan proyek ini di darat, sambil dilakukan secara paralel dengan membangun storage, pelabuhan, dan kawasan-kawasan pendukung lainnya termasuk untuk membangun pipa kurang lebih sekitar 180 kilometer (km) di tengah laut.

"Dengan tingkat kecuraman kurang lebih sekitar 1.000 meter di bawah permukaan laut. Ini bukan sesuatu yang gampang, ini sesuatu yang berat, tapi dengan motivasi, kerjasama, dukungan dari semua pihak, khususnya kepada toko-toko masyarakat, toko agama, ini yang sangat kita butuhkan untuk bagaimana bisa kita wujudkan daripada proyek ini," ungkapnya.

Bahlil menyebut, banyak pihak yang berjasa dalam proyek raksasa ini. Antara lain, peran pemerintah daerah seperti Gubernur Maluku dan seluruh jajaran pemerintah Provinsi Maluku. Lalu, Bupati Kepulauan Tanimbar beserta seluruh jajaran pemerintah.

Libatkan banyak pihak

Proyek ini juga melibatkan seluruh kementerian lembaga, khususnya Menteri Pertanahan yang memiliki hak secara preogratif terhadap urusan sertifikat-sertifikat. Kemudian, Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Kehutanan terhadap penurunan daripada status lahan. Serta yang terpenting adalah tokoh-tokoh masyarakat.

Bahlil mengungkapkan, dalam hal pembebasan lahan juga tidak mudah. Sebab, meskipun lahan proyek merupakan kawasan hutan, namun masyarakat telah menggunakan lahan tersebut untuk bertani secara turun-temurun.

"Karena itu izinkan tadi saya membuat kebijakan, sudah barang tentu nanti kami akan laporkan dan minta arahan Bapak Presiden agar mereka diberikan ganti rugi, bukan ganti rugi tapi ganti untung untuk dipergunakan sebaik-baiknya. Karena kami berpandangan bahwa investasi masuk penting, tapi jauh lebih penting adalah bagaimana investasi memberikan kontribusi terbaik bagi kesejahteraan masyarakat di daerah di mana investasi dan negara rakyat bangsa Indonesia," jelasnya.

Melalui peletakan batu pertama ini, artinya pekerjaan ini langsung mulai berjalan. Pertama adalah sebelah sumur pengembangan ditambah empat sumur lanjutan. Kedua, pembangunan fasilitas, berbagai macam fasilitas termasuk pelabuhan, dermaga, EPC-nya, ini langsung berjalan.

Proyek ini memakan dana investasi sekitar US$ 20,9 miliar atau setara dengan hampir Rp390 triliun. "Proyek ini akan menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun atau setara dengan 1.200 mmscfd dan 35.000 barel kondensat per hari. "Ini dalam rangka meningkatkan lifting kita," sebutnya.

Kontribusi domestik

Kelak, proyek ini akan berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan domestik minimal sebesar 60% dan 40%maksimal untuk kita melakukan ekspor. Pada pasar domestik, akan ditampung oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT PLN (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS), dan beberapa perusahaan swasta yang sekaligus untuk meningkatkan nilai tambah dalam rangka mendorong penciptaan nilai ekonomi di daerah.

Adapun proyek ini akan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, antara lain meningkatkan penerimaan negara hingga menciptakan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12 ribu tenaga kerja, tenaga kerja langsung.

Dalam pembebasan lahan dan perekrutan tenaga kerja, pemerintah akan memprioritaskan masyarakat yang ada di wilayah setempat dan sekitar proyek. Setelah itu, baru tenaga kerja luar wilayah dan luar negeri.

"Minimal 20-30%. Yang penting yang profesional. Ini barang bukan pergi campur-campur, ini labor, bos. Ini bukan pikul-pikul batu. Ini betul-betul profesional, yang betul-betul punya skill. Termasuk pengusahanya, pengusahanya juga harus punya skill," tegasnya.

Sementara, CEO Inpex Corporation Takayulo Ueda mengatakan, proyek ini mencerminkan eratnya kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, seluruh pemangku kepentinga, dan INPEX dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

"Berkat sinergi yang kuat tersebut, hari ini kita dapat berdiri bersama dan memulai babak baru dalam perjalanan Proyek Abadi Energy," ucapnya.

Menurutnya, proyek ini akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat serta generasi mendatang.

Selain itu, melalui pasokan energi yang dihasilkannya, proyek ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung ketahanan energi Jepang maupun kawasan Indo-Pasifik.

"Proyek ini diberi nama Abadi dengan harapan dapat terus menjalankan peran tersebut selama bertahun-tahun ke depan. Selama bertahun-tahun, orang-orang di Jakarta membicarakan Abadi. Orang-orang di Tokyo juga membicarakan Abadi. Para investor membicarakan Abadi, para kontraktor pun membicarakan Abadi. Hari ini, Abadi kembali ke tempat di mana semuanya benar-benar dimulai, yaitu di Saumlaki," sebutnya.

Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan proyek ini secara bertanggung jawab, dengan menghormati budaya dan kearifan lokal, serta memastikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat kontribusi bagi daerah melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, pemberdayaan pelaku usaha lokal, serta berbagai program pengembangan masyarakat, termasuk di bidang pendidikan dan kesehatan," sebutnya.

Tahun ini, Inpex bekerja sama dengan pemerintah daerah dengan melaksanakan program pelatihan vokasi khusus sebagai langkah awal untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal.

"Pada fase konstruksi EPC yang direncanakan dimulai tahun depan, partisipasi tenaga kerja lokal ditargetkan mencapai setidaknya 20% dari total tenaga kerja proyek," tutupnya.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Sindir Inpex, Gak Pernah Ajak Meeting Pertamina!


Most Popular
Features