MARKET DATA

600.000 ASN Siap Jadi Pejabat, Bos BKN: Jangan Lagi Dimasuki TNI-Polri

Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia
16 July 2026 11:15
Kepala Badan Kepegawaian Negara, Prof. Zudan saat Rapat Kerja bersama Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) di Jakarta. (Dok. Humas BKN)
Foto: (Dok. Humas BKN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh telah membuat sistem profiling ASN. Sistem itu bisa digunakan untuk memetakan para aparatur sipil negara yang siap menjadi pejabat, baik itu tingkat eselon 4 hingga eselon 1.

"Kami menyiapkan profiling ASN assessment tanpa biaya atau gratis karena memang di BKN anggarannya sudah enggak ada," kata Zudan saat rapat kerja dengan Komisi II DPR, Jakarta, dikutip Kamis (16/7/2026).

Zudan mengatakan, sistem yang disebut PROASN ini targetnya membidik 600 ribu ASN pada 2026 untuk dinilai kapasitasnya mengisi jabatan eselon 4, 3, 2, ataupun eselon 1 alias hingga ke jenjang direktur jenderal (dirjen) atau deputi di Kementerian/Lembaga (K/L).

Dengan sistem ini, ia menegaskan, jabatan sipil tak lagi perlu diisi dari aparat non sipil seperti dari TNI maupun Polri.

"Sehingga suatu saat nanti kalau ada TNI dan Polri mau masuk ke ASN kami bisa katakan kami calonnya sudah ada, jadi jangan dimasuki dari TNI dan Polri, kita berharap seperti itu," ungkap Zudan.

Ia mengakui, selama ini skema pemetaan ASN yang layak menjadi pejabat negara belum ada, sehingga kerap dimanfaatkan oleh TNI ataupun Polri sebagai ruang untuk masuk mengisi jabatan sipil yang kosong.

"Karena kalau sekarang kita ditanya eselon 1 siap semua belum? saya tidak bisa katakan siap, karena datanya belum ada, sehingga dengan profiling ini kita bisa siapkan dengan baik," tegasnya.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos Bulog Sudah Siapkan 2,8 Juta Ton Beras Natura Buat Polri-ASN


Most Popular
Features