MARKET DATA

Utang Luar Negeri RI Rp8.000 T, Purbaya: Kita Masih Amat 'Prudent'

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
16 July 2026 09:10
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Penyampaian Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (2/7). (Dok.Biro KLI Kemenkeu)
Foto: (Dok.Biro KLI Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi utang luar negeri Indonesia masih berada pada level yang aman dan terkendali.

Seperti diketahui, dari data Bank Indonesia (BI), posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$ 444,4 miliar atau sekitar Rp 7.999,2 triliun (kurs Rp 18.000) pada Mei 2026. Posisi utang ini meningkat 3,7% (secara tahunan/yoy) dibandingkan bulan sebelumnya didorong oleh tambahan utang pemerintah dan BI.

Purbaya pun menegaskan besarnya nominal utang luar negeri RI tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai kondisi keamanan fiskal suatu negara. Menurut Purbaya, penilaian terhadap kesehatan fiskal harus mempertimbangkan ukuran atau kapasitas ekonomi, salah satunya melalui rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Kalau yang itu masih sepuluh per sepuluh (sepersepuluh). Jadi yang sepersepuluh aman kan gitu kira-kira. Jadi kita selalu bandingkan dengan size ekonominya jangan nominalnya aja," paparnya di Istana Negara, kemarin malam (15/7/2026)

"Jadi kita kalau pakai di fiskal itu kan di bawah 60%, harusnya di bawah 60% kita masih 40% jadi masih jauh dari ininya," tambahnya.

Hitungan ini, kata Purbaya, adalah standar dunia yakni Maastricht Treaty. Menurut Purbaya, banyak negara lain yang telah melanggar, termasuk Amerika Serikat yang mencapai 100%, Singapura 175%, Jepang 275%, Jerman sekitar 60-an%.

"Jadi tinggi-tinggi, jadi kita masih amat prudent dari sisi itu," ujarnya.

Terbukti, menurut Purbaya, lembaga rating S&P menetapkan outlook stabil dengan rating BBB terhadap peringkat utang RI.

"Mereka melihat gimana kita cara mengelola anggaran. Walaupun di dalam negeri udah ribut, sebenarnya bagus," tegasnya.

"Kalau kita dianggap tidak mampu pasti udah 'unstable' atau 'negatif' atau mungkin udah downgrade (rating-nya)," tutup Purbaya.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article April 2026, Utang Luar Negeri RI Tumbuh 1,9% (Yoy) Jadi USD 439,8 M


Most Popular
Features