Purbaya: Saya Gak Pernah Sembrono Soal Keuangan Negara
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pihaknya tidak pernah sembarangan dalam mengelola keuangan negara, guna menjaga perekonomian Indonesia bisa kuat.
Purbaya menjelaskan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 tumbuh 5,61%, kemudian di kuartal kedua 2026 sempat terganggu sedikit karena adanya penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke bank Himbara. Namun pihaknya membantah hal tersebut dilakukan atas kehendak sendiri.
"Di kuartal II-2026 sedikit terganggu karena bapak (pimpinan Komisi XI DPR) bilang saya ambil uang tiba-tiba. saya bukan ambil uang begitu, saya maunya nambah sebanyak-banyaknya, tapi saya bukan bank sentral. ketika BI kasih kode ke saya, jangan ikut campur kebijakan moneter, ya saya ikut. Jadi saya enggak pernah sembrono dalam hal itu, apalagi ini menyangkut nasib negara," kata Purbaya dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (15/7/2026).
Purbaya menegaskan jika pihaknya melakukan secara sembarangan terkait penempatan SAL tersebut, maka dapat berimbas ke perekonomian, di mana potensinya bakal mengalami guncangan.
"Saya mengerti betul kalo saya ambil pasti ekonomi runtuh. Tapi kita enggak mau ikut campur kewenangan lembaga lain. Waktu itu mereka bilang akan ganti, ya sudah saya tarik. rupanya enggak sesederhana itu, jadi saya inject lagi," terangnya.
Alasan Purbaya melakukan hal tersebut yakni untuk mensikronisasi kebijakan dengan lembaga lain, termasuk DPR.
"Jadi bukan saya main-main atau maju mundur enggak ada perhitungan. Tapi untuk mensinkronisasi kebijakan dengan lembaga lain, termasuk dengan DPR. Jadi ke depan, kita akan lebih berhati-hati dalam memanajemen SAL," jelasnya.
Purbaya menjelaskan tenor penempatan uang negara dilaksanakan dengan jangka waktu beragam yakni Rp 200 triliun sampai akhir 2026, Rp 100 triliun sampai tiga bulan kedepan, dan Rp 100 triliun dana bisa keluar masuk untuk memastikan uang di sistem cukup.
(haa/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]