MARKET DATA

Anak Buah Purbaya Gak Tidur Kejar RUU PFFI Disahkan 21 Juli

chd,  CNBC Indonesia
15 July 2026 08:30
Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, Herman Saheruddin. (Istimewa)
Foto: Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, Herman Saheruddin. (Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Komisi XI DPR dan beberapa kementerian/lembaga lainnya terus membahas terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Pusat Finansial Internasional Indoensia (PFII) agar bisa disahkan 21 Juli mendatang.

Direktur Jenderal (Dirjen) Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu Herman Saheruddin mengatakan pembahasan RUU PFII masih intens bersama Komisi XI DPR. Bahkan, dirinya pun hampir tidak tidur agar RUU ini bisa disahkan sesuai target.

"Pembahasan memang masih panjang, karena targetnya kan 21 Juli, Insya Allah ya, pokoknya kami tidak tidur," kata Herman saat ditemui wartawan usai rapat Panja terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) PFII bersama Komisi XI DPR RI, Selasa (14/7/2026).

Bahkan pada Rabu (15/7/2026) hari ini, pembahasan terkait RUU PFII diperkirakan masih akan berlanjut.

"Besok (hari ini) masih lanjut," ujar Herman.

Pembahasan RUU PFII masih dalam pembahasan bersama Komisi XI DPR. Adapun target disahkannya RUU PFII masih sesuai jadwal yakni 21 Juli 2026.

Tak hanya membahas RUU PFII bersama Komisi XI DPR, Kemenkeu juga telah bertemu dengan perwakilan Dubai International Financial Centre (DIFC).

"Kemarin (Senin), kita ketemu dari jajaran Dubai financial center gitu ya. Kita mendengarkan masukan-masukan dari mereka," terang Herman.

Herman menambahkan, pembahasan dengan jajaran DIFC merupakan upaya pemerintah untuk membuka masukan-masukan dari berbagai pihak, agar RUU dan pembentukan PFII bisa berjalan dengan lancar tanpa ada masalah.

"Pertemuan ini bertujuan memberikan masukan kepada kami, karena kami harus meaningful participation. Kita dengerin semuanya gitu, termasuk dari DIFC," jelasnya.

(chd/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pakar Ekonomi Beri Masukan Soal PFII, Lokasi & Insentif Jadi Sorotan


Most Popular
Features