Produksi Emas Freeport Bakal Melonjak Jadi 37 Ton di Tahun 2030
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI0 memperkirakan produksi emas dari tambang yang berlokasi di Mimika, Papua ini akan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 37 ton di tahun 2030.
Dalam paparannya, Presiden Direktur Freeport Indonesia, Tony Wenas menyampaikan, bahwa di tahun 2026 ini diperkirakan produksi tembaga akan mencapai 800 juta pound dan 700.000 ounces emas atau ekuivalen 21 ton emas.
Sementara itu di tahun 2027 produksi tembaga dan emas akan mengalami peningkatan yang signifikan atau mencapai 1,2 miliar pound tembaga dan 1 juta ounces emas atau 31 ton.
Nah di tahun 2028, peningkatan produksi tembaga menjadi 1,6 miliar pound dan emas 1,4 juta ounces atau 43 ton emas. Sementara dalam data yang dipaparkan, produksi tembaga di tahun 2029 mencapai 1,6 miliar pound dan 1,3 juta ounces atau 40 ton emas.
Sementara itu di tahun 2030 produksi tembaga menembus 1,7 miliar pound dan 1,2 juta ounce atau 37 ton emas . "Begitu seterusnya selanjutnya sampai dengan tahun 2030," terang Tony Wenas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan produksi tembaga dan emas itu juga akan didukung dari tambang baru di wilayah operasional Freeport yakni tambang Kucing Liar yang direncanakan bisa dilaksanakan penambangannya pada tahun 2029.
"Tambang Kucing Liar di lokasi yang berdekatan dengan yang sekarang itu akan mulai bisa kita tambang di tahun 2029. Ini adalah untuk menggantikan DMLZ yang mulai merendah tonase-nya sehingga kestabilan atau kelangsungan dari penambangan sekitar 220.000 ton bijih per hari itu akan bisa dilanjutkan," tegas Tony Wenas.
(pgr/pgr) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]