MARKET DATA

Pajak Tetap Ngebut 24,6% Meski Harga Komoditas Turun, Ini Kata DJP

chd,  CNBC Indonesia
13 July 2026 15:05
Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto saat konferensi pers APBN KITA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (18/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto saat konferensi pers APBN KITA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (18/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) mengungkapkan kinerja perpajakan pada semester pertama 2026 di mana meski harga komoditas sudah mulai menurun, tetapi penerimaan pajak tetap kencang.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan penerimaan pajak hingga Juni 2026 atau pada semester I-2026 mencapai Rp1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6%. Capaiannya pun mencapai 43,9% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kinerja perpajakan di semester pertama 2026, pertumbuhan net accumulated revenue-nya itu di angka 24,6%. Ini masih sangat optimis, karena APBN menargetkan di 2026 kita harus bertumbuh 22,9%," kata Bimo dalam Dialog Perpajakan 2026, Senin (13/7/2026).

Pertumbuhan penerimaan perpajakan ini terjadi merata di seluruh Kantor Wilayah (Kanwil) dan kenaikan juga terjadi di seluruh jenis pajak.

"Dapat kami sampaikan penerimaan bruto secara merata bertumbuh di 34 Kanwil," lanjut Bimo.

Bimo melanjutkan, rincian pertumbuhan pajak yakni Pajak Penghasilan (PPh) Badan dan deposit PPh Badan tumbuh 28,6% menjadi Rp196,1 triliun. Kemudian PPh Orang Pribadi, PPh 21, dan deposit PPh 21 yang tumbuh 13,6% menjadi Rp146,9 triliun.

Berikutnya PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 tumbuh 1,4% menjadi Rp159,9 triliun, selanjutnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) tumbuh 42,2% menjadi Rp380 triliun, dan pajak lainnya tumbuh 22,7% menjadi Rp153,8 triliun.

"Di hampir seluruh jenis pajak pertumbuhannya sangat melesat. Di PPh Badan dan deposit PPh Badan tumbuh 28,6%. PPN dan PPnBM tumbuh sangat tinggi 42,2%. Kemudian yang lain-lain juga tumbuh di kisaran angka 13% sampai 22%," terangnya.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Pastikan Ekonomi RI Aman, Buktinya Setoran Pajak Terbang 24,6%


Most Popular
Features