MARKET DATA

IKEA Mulai Tutup Beberapa Toko, Ada Apa?

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
12 July 2026 16:30
Ilustrasi Logo IKEA. (REUTERS/Dado Ruvic)
Foto: Ilustrasi Logo IKEA. (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNBC Indonesia - IKEA dilaporkan menutup beberapa tokonya di Amerika Serikat. Ritel yang terkenal dengan toko berukuran gudang, showroom imersif, serta menu meatball ala Swedia ini akan menutup dua lokasi "Plan and order point with Pick-up" pada 30 Agustus mendatang.

Toko-toko yang terdampak adalah South Charlotte di Carolina Utara dan Austin Domain di Texas.

Penutupan ini akan menyisakan satu toko IKEA saja di Carolina Utara. Sementara itu untuk pasar Austin, IKEA akan tetap mengoperasikan tiga lokasi terdekat, termasuk toko format besar di Round Rock, toko format kecil di San Marcos, dan lokasi Best Buy Plan and order point with Pick-up di South Austin.

Menurut pihak IKEA, penutupan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menciptakan bisnis yang lebih terjangkau, mudah diakses, dan berkelanjutan di AS.

"Kami terus menguji, mengeksplorasi, dan mengembangkan cara-cara baru bagi pelanggan untuk menjumpai IKEA, sembari berinvestasi pada pengiriman ke rumah, layanan pengambilan barang, serta pengalaman daring kami," ungkap perusahaan dikutip dari The Steet, Minggu (12/7/2026).

Berbeda dengan toko gudang tradisional IKEA, lokasi Plan and order point with Pick-up dirancang khusus sebagai pusat layanan, bukan destinasi belanja ritel langsung. Di sini, pelanggan dapat bertemu dengan spesialis perencanaan IKEA untuk proyek rumah mereka, melakukan pemesanan, mengatur pengiriman, atau mengambil barang yang dibeli secara daring.

Namun, lokasi-lokasi ini tidak menyediakan stok furnitur yang bisa langsung dibeli hari itu juga, serta tidak dilengkapi fasilitas restoran atau ruang pameran yang menjadi ciri khas IKEA.

Perusahaan pertama kali memperkenalkan format ini pada awal 2023 sebagai bagian dari strategi untuk membuat IKEA lebih mudah diakses. Ekspansinya dipercepat pada 2024, dan saat ini IKEA mengoperasikan sekitar 32 lokasi Plan & order point with Pick-up di 14 negara bagian.

Meskipun penutupan ini menandai berakhirnya format tersebut di Carolina Utara dan menyisakan hanya satu lokasi serupa di Austin, IKEA tetap terus berinvestasi pada konsep ini di tempat lain. Pembukaan Plan & order point with Pick-up terbaru dari perusahaan ini dilakukan di Pleasanton, California, pada Juni 2026.

Daftar Penutupan Toko IKEA

Penutupan di South Charlotte dan Austin merupakan yang terbaru dari serangkaian penutupan toko IKEA sepanjang 2026.

Sebelumnya IKEA menutup toko format besarnya pada bulan Mei atau kurang dari setahun setelah menyelesaikan renovasi besar-besaran, dan mengakhiri kehadiran ritel fisiknya di Memphis, Tennessee. IKEA juga menutup lokasi Plan & order point with Pick-up pada Februari lalu di Southlake, Texas.

Di Tiongkok, IKE A menutup tujuh toko format besar pada awal 2026 sebagai bagian dari upaya restrukturisasi yang lebih luas.

Meskipun menutup beberapa lokasi, IKEA tetap melanjutkan strategi ekspansi jangka panjang yang agresif di AS. Pihak peritel menyatakan bahwa penutupan ini merupakan bagian dari pergeseran strategis yang lebih luas, yang mencakup pembukaan lokasi baru, modernisasi toko, perluasan kapabilitas digital, penguatan layanan pengiriman dan pengambilan barang, serta evaluasi berkala.

Pada 2023, IKEA mengumumkan rencana untuk menginvestasikan lebih dari USD2,2 miliar di AS selama tiga tahun. Investasi ini mencakup pembukaan toko format baru, peningkatan logistik, dan perluasan infrastruktur e-commerce demi meningkatkan aksesibilitas serta mendukung pertumbuhan di masa depan.

Hasil keuangan terbaru dari perusahaan menyoroti manfaat sekaligus tantangan dari strategi tersebut.

Selama 2025, total pendapatan turun hampir 0,9% secara tahunan (year-on-year), sementara penjualan ritel turun 1,1%. IKEA mengaitkan penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh kebijakan penurunan harga pada 2024 guna menjaga agar produk mereka tetap terjangkau bagi konsumen.

Meskipun ada penurunan pendapatan, permintaan pelanggan tetap tangguh. Volume penjualan meningkat 2,6%, sementara angka kunjungan ke toko naik 1,9% selama tahun tersebut. Toko fisik pun tetap menyumbang sekitar 69% dari penjualan produk, sementara 28% pembelian dilakukan secara daring.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos Mal Bilang Warga RI Masih Doyan Belanja, Tapi Incar Barang Murah


Most Popular
Features