MARKET DATA

Jepang Rancang Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo, Ini Bocorannya

Wiji Nur Hayat,  CNBC Indonesia
12 July 2026 10:15
Commuter Line melintas di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Iindonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Commuter Line melintas di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Iindonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah memasuki proses pengerjaan Detail Engineering Design (DED) oleh Chodai, perusahaan konsultan asal Jepang, proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) dipastikan akan berjalan sesuai rencana. Hal ini diungkapkan dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh Chodai bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya dan PT KAI Daop 8 Surabaya.

Dalam rapat koordinasi ini, dibahas beberapa hasil sementara penyusunan DED tersebut, mulai dari perencanaan infrastruktur, rencana pengembangan, peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang, dan rekomendasi teknis dalam pembangunan. Kepala BTP Kelas I Surabaya DJKA Denny Michels Adlan menyebutkan, langkah ini sangat penting mengingat pembangunan SRRL ini akan terdapat berbagai tantangan yang perlu segera dipetakan.

"Khususnya pada area depo yang rencananya akan dibangun di Sidotopo dan rekayasa lalu lintas berikut peningkatan keselamatannya," ucapnya.

Denny juga menambahkan, pembangunan ini butuh sinergi dan kolaborasi banyak pihak, termasuk pemerintah daerah.

"Manakala nantinya dibutuhkan keterlibatan pemerintah dalam penanganan dampak sosial, perlu didiskusikan lebih lanjut dengan mengundang pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kota Surabaya," ujarnya.

Menurut Denny, hal ini berpotensi menimbulkan dampak sosial mengingat pada SRRL Fase I-B akan ada banyak warga terdampak sehingga langkah penanganannya harus dikaji secara matang lintas instansi. Selain itu, rapat koordinasi ini juga membahas tentang dampak yang akan terjadi jika pembangunan SRRL dilakukan.

Dalam kajian Chodai menyebutkan beberapa jembatan KA, jalur KA, dan stasiun-stasiun akan mengalami penyesuaian. Menurut Denny, hal ini harus dipastikan agar tidak mengganggu perjalanan KA.

"Ini jadi salah satu kajian yang akan cukup komprehensif, contohnya di JPL Jalan Jagir Wonokromo. Harus dihitung potensi kemacetan akibat headway kereta nantinya dan ini dapat diteruskan ke Pemerintah Kota Surabaya untuk dijadikan dasar pembangunan ke depan," ungkap Denny.

"Terlebih, kita harus mengintegrasikan dengan rencana proyek lain yang mendukung SRRL, seperti Flyover Taman Pelangi dan Flyover Gedangan," pungkasnya.

Terpisah, EVP PT KAI Daop 8 Surabaya Daniel Johannes Hutabarat mengaku bangga dengan adanya SRRL di Kota Surabaya. Ia pun berharap agar segala proses proyek SRRL ini dapat berjalan lancar demi kemajuan transportasi di Kota Surabaya dan sekitarnya.

"Kami siap membantu apa yang diperlukan. Semoga semuanya lancar dan bermanfaat untuk Indonesia, terutama Kota Surabaya dan sekitarnya," ujarnya.

SRRL adalah proyek kerja sama antara Kementerian Perhubungan dengan KfW yang meliputi pembangunan jalur ganda dan elektrifikasi untuk transportasi massal berbasis rel di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Saat ini, SRRL Fase I-A yang menghubungkan antara Stasiun Surabaya Gubeng dengan Sidoarjo sedang memasuki tahap pengerjaan DED. SRRL Fase I-A ditargetkan dapat beroperasi penuh pada tahun 2030 mendatang.

(wur/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article KRL Bogor Bakal Tembus ke Sukabumi, Ini Bocorannya


Most Popular
Features