MARKET DATA
Internasional

57.000 Hektar Lahan Hutan Terbakar, 12 Tewas Seketika-23 Orang Hilang

Redaksi,  CNBC Indonesia
11 July 2026 07:30
Residents await at a gas station amid wildfires, near Calonge, Spain, July 3, 2026. REUTERS/Bruna Casas
Foto: REUTERS/Bruna Casas

Jakarta, CNBC Indonesia - Insiden mengenaskan terjadi di Spanyol. Kebakaran hutan dahsyat menyebabkan setidaknya 12 orang tewas saat berusaha melarikan diri. Sementara itu, 23 orang dinyatakan hilang.

Menurut keterangan pejabat setempat pada Jumat (10/7), petugas pemadam kebakaran berjuang mengendalikan salah satu kebakaran paling mematikan yang pernah tercatat di negara itu, dikutip dari Reuters, Sabtu (11/7/2026).

Salah satu korban adalah warga Spanyol, sedangkan sisanya diduga merupakan warga negara asing yang mengabaikan instruksi untuk tetap berlindung di tempat, ujar Antonio Sanz, kepala bidang kedaruratan di wilayah Andalusia.

Para korban berusaha melarikan diri menggunakan mobil namun terjebak dalam kobaran api yang menjalar cepat karena didorong oleh embusan angin. Mereka dilaporkan berupaya melintasi kawasan hutan di sekitar kota Los Gallardos, Provinsi Almeria.

Empat orang, yang diduga warga Inggris karena posisi setir mobil mereka berada di sebelah kanan, tewas di dalam satu kendaraan, katanya. Delapan orang lainnya ditemukan tewas setelah diduga meninggalkan mobil mereka dan mencoba melarikan diri dengan berjalan kaki melalui rute yang tidak termasuk dalam rencana evakuasi.

Banyak jenazah yang hangus terbakar masih harus diidentifikasi melalui tes DNA, menurut keterangan otoritas setempat.

"Api menjalar bagaikan bubuk mesiu," ujar pemimpin wilayah Andalusia, Juan Manuel Moreno, kepada para wartawan. Ia menyebut kebakaran tersebut sebagai salah satu yang paling cepat dan paling rumit yang pernah dihadapi.

Menurut Moreno, beberapa orang yang hilang kemungkinan adalah pendaki yang terjebak secara tak terduga di tengah hutan. Tim penyelamat menemukan sejumlah tongkat pendaki di lokasi kejadian.

Situasi ini menyerupai peristiwa di negara tetangga, Portugal, pada Juni 2017, ketika kebakaran hutan hebat yang terjadi saat gelombang panas menewaskan lebih dari 60 orang. Separuh dari korban tersebut tewas terbakar di dalam mobil mereka.

57.000 Hektar Lahan Hutan Dilahap Api

Serangkaian gelombang panas di awal musim panas telah menyebabkan sebagian besar wilayah Spanyol menjadi kering dan rentan terhadap percikan api, sehingga memicu dimulainya musim kebakaran hutan lebih awal.

Sepanjang 2026, sekitar 57.000 hektare lahan telah terbakar. Jumlah itu setara dengan sekitar separuh rata-rata tahunan selama dua dekade terakhir dan mencakup 40% dari total luas lahan yang terbakar di Uni Eropa, menurut Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa.

"Biasanya kami tidak melihat kebakaran seperti ini hingga bulan Agustus. Kebakaran kini mulai terjadi lebih awal karena vegetasi mengering lebih cepat," ujar Roman Garcia, seorang petugas pemadam kebakaran hutan asal Salamanca, kepada penyiar negara TVE.

Gelombang panas yang memecahkan rekor pada Agustus lalu memicu musim kebakaran hutan terburuk dalam tiga dekade, menghanguskan 330.000 hektare lahan, area yang luasnya dua kali lipat dari kota London.

Perdana Menteri Pedro Sanchez saat itu mengakui bahwa upaya pencegahan kebakaran hutan "jelas tidak memadai" dan pengelolaan hutan kurang baik. Ia berjanji akan melakukan "apa pun yang diperlukan" untuk memastikan kebakaran berskala besar seperti itu tidak terjadi lagi.

Pada Jumat (11/7), Sanchez menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban. Ia mengatakan turut merasakan kesedihan dan kehancuran hati yang mendalam.

Sementara itu, pihak berwenang berupaya mengidentifikasi korban tewas dan melacak keberadaan orang hilang. Banyak kerabat yang cemas dari berbagai penjuru dunia mengunggah pesan di media sosial dan forum lokal.

Seorang wanita asal Irlandia mengatakan bahwa putrinya yang sedang mengendarai mobil Ford Fiesta merah bersama anjingnya hilang. Orang lain dari Amerika Serikat mengatakan bahwa saudara laki-lakinya termasuk dalam kelompok berisi 10 orang yang mencoba melarikan diri melalui lembah di dekat aliran sungai.

Dugaan Kabel Listrik Putus

Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh kabel listrik putus yang jatuh ke dalam parit di tepi jalan. Api merambat dengan kecepatan 15 kilometer (9,32 mil) dalam waktu dua jam, ujar Moreno. Namun, juru bicara perusahaan utilitas Endesa membantah keterangan tersebut dengan menyatakan bahwa kabel itu tidak dialiri listrik.

Di desa Bedar, tempat hampir separuh dari 1.009 penduduknya merupakan warga Inggris pada tahun 2022 menurut data resmi, polisi mendatangi rumah-rumah warga untuk membujuk mereka agar mengungsi saat kobaran api mendekati permukiman pada hari sebelumnya.

"Mereka adalah warga Inggris dan Belgia. Saya bahkan pernah memimpin upacara pernikahan beberapa dari mereka. Saya merasakan kesedihan dan kepedihan yang mendalam," ujar Wali Kota Bedar, Angel Collado, saat tampil di TVE, sembari berhenti sejenak untuk menenangkan diri.

Jumlah korban tewas telah melampaui angka kematian pada tahun 2005, ketika 11 petugas pemadam kebakaran tewas dalam kebakaran di provinsi Guadalajara, Spanyol tengah, yang dipicu oleh kegiatan barbeque.

Moreno memperingatkan bahwa Spanyol menghadapi musim kebakaran hutan yang sangat menantang, setelah curah hujan musim dingin yang tinggi memicu pertumbuhan vegetasi yang lebat; tanaman-tanaman tersebut kini telah mengering dan menjadi bahan bakar ideal bagi kebakaran.

"Masih ada musim panas yang panjang di depan mata," ujarnya.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Eropa Bak Jatuh Tertimpa Tangga, 4 Negara Siaga Malapetaka


Most Popular
Features