MARKET DATA

Ogah Impor, Bahlil Mau Bensin RON 95 Cs Bisa Produksi di Dalam Negeri

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
10 July 2026 17:15
BBM Pertamax Green (RON 95) PT Pertamina (Persero) di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2023). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: BBM Pertamax Green (RON 95) PT Pertamina (Persero) di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2023). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Karawang, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dengan kadar RON tinggi bisa diproduksi dalam negeri, termasuk bensin RON 95. Hal itu untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin.

"Dan ke depan lagi kita akan dorong untuk pemakaian bensin kita, Ron 95, Ron 98, Ron 93 itu kita rencanakan akan kita produksikan semua dalam negeri. Supaya apa? Tidak lagi ada persoalan tentang impor," ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di sela acara Peresmian Peluncuran Mandatori B50, di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, dikutip Jumat (10/7/2026).

Rencana penghapusan impor tercetus lantaran pemerintah telah berhasil menghentikan impor solar melalui program biodiesel 50% atau B50.

"Tidak ada lagi pikiran-pikiran spekulasi yang muncul seolah-olah ada sesuatu dalam permainan impor-impor. Kita ingin semuanya ada di dalam negeri. Gitu," tegas Bahlil.

Pada prosesnya, pemerintah akan mengandalkan hasil produksi dari kilang minyak nasional yang saat ini terus ditingkatkan kapasitasnya. Selain produk bensin, pemerintah juga menargetkan swasembada pada sektor bahan bakar pesawat atau avtur yang pengembangannya dijadwalkan mulai berjalan pada akhir tahun ini.

"Nah tujuannya apa? Kita akan mencoba untuk juga tidak lagi melakukan impor Avtur. Ini sebenarnya," tandasnya.

DEN optimis Indonesia stop impor bensin

Sebelumnya, Dewan Energi Nasional (DEN) membeberkan bahwa Indonesia akan menyetop ketergantungan impor BBM jenis solar dan avtur pada tahun 2026, sedangkan bensin pada tahun 2028. Tidak lain, hal itu untuk mencapai target kemandirian energi nasional dengan optimalisasi produksi kilang di dalam negeri dan bauran energi nabati.

Anggota DEN Satya Widya Yudha menyebutkan untuk bisa mencapai target bebas impor tersebut, Indonesia perlu mempersiapkan berbagai hal mulai dari aspek teknis hingga kesiapan kilang dalam negeri untuk menyerap seluruh produksi domestik yang tersedia.

"Kita ingin menuju ke kedaulatan energi ya kalau kita lihat kemandirian energi itu caranya salah satunya Pak yang bisa kita lakukan sekarang menghentikan impor solar 2026. Kita impor menghentikan impor daripada avtur akhir 2026. Bensin Ron 92, 95, 98, 2028," ujarnya dalam acara Sarasehan Energi DEN, di Kampus IPB Bogor, dikutip Kamis (11/6/2026).

Adapun, target penurunan porsi impor nasional akan didukung pula dengan program biofuel baik jenis biodiesel untuk campuran BBM solar, dan bioetanol untuk campuran BBM jenis bensin. Program campuran biofuel tersebut dinilai bisa menekan ketergantungan Indonesia terhadap sumber energi basis fosil.

"Ini berarti kilang dalam negeri harus mampu memproduksi sebagian besar daripada BBM kita. Maka kami berharap IPB memastikan biodiesel, bioetanol memiliki spesifikasi teknis kilang Pak. Jadi supaya itu kompatibel," tambahnya.

Melalui upaya yang akan digencarkan oleh pemerintah dalam mencapai target swasembada energi, Satya berharap Indonesia tidak lagi harus bergantung pada dinamika pasar energi global karena bisa mengandalkan sumber daya dalam negeri.

"Mudah-mudahan kedaulatan energi bisa kita capai dan kita sebagai negara yang berdaulat dan insyaallah tujuan kita untuk memaslahatkan masyarakat kita mewujudkan negara kesejahteraan menjadi cita-cita kita bersama," tandasnya.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Rusia Dihantam Krisis BBM, Tak Disangka Pilih Impor dari Negara Ini


Most Popular
Features