Mantan Bos Toyota Ungkap Rachmat Gobel Sangat Dihormati di Jepang
Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Presiden Direktur Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan mengenang almarhum Rachmad Gobel sebagai sosok yang memiliki hubungan sangat kuat dengan Jepang. Menurutnya, kedekatan tersebut membuat Rachmad Gobel dihormati oleh berbagai kalangan, mulai dari pebisnis, anggota parlemen hingga petinggi pemerintahan Negeri Sakura.
Johnny mengaku telah mengenal Rachmad Gobel sejak keduanya sama-sama berkecimpung di perusahaan Jepang. Hubungan itu kemudian semakin erat ketika Gobel menjabat menteri dan dirinya diminta membantu sebagai staf khusus. Dari berbagai perjalanan ke Jepang bersama, Johnny menyaksikan sendiri luasnya jaringan yang dimiliki Rachmad Gobel.
"Saya kalau ngomong sih ini beliau ini adalah orang yang sangat luar biasa baik ya menurut saya, sangat luar biasa baik saya tekankan sangat luar biasa. Pandai bergaul. Di Jepang itu terkenal. Orang-orang di sana bilang beliau sekolah di Jepang. Orangnya royal, baik ke teman, kalau teman susah dia mau bantu. Pergaulannya luas dan sangat terbuka," kata Johnny kepada CNBC Indonesia.
Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya terjadi ketika mendampingi Rachmad Gobel dalam kunjungan ke Jepang. Saat itu, kondisi keamanan sedang diperketat sehingga Perdana Menteri Jepang saat itu, Shinzo Abe, membatasi penerimaan tamu setelah adanya insiden penyanderaan warga Jepang oleh kelompok ISIS.
Meski demikian, Johnny mengatakan rombongan yang dipimpin Rachmad Gobel tetap memperoleh kesempatan bertemu dengan Abe. Baginya, pengalaman tersebut menjadi bukti nyata besarnya penghormatan yang dimiliki Rachmad Gobel di Jepang.
"Kita pernah mau ketemu dengan Perdana Menteri Abe. Waktu itu sebenarnya tidak menerima tamu karena situasi keamanan. Tapi kita diterima lewat pintu belakang. Buat saya itu membuktikan hubungan beliau di Jepang luar biasa," ujarnya.
Johnny juga mengisahkan pengalaman lain ketika rombongan kesulitan mendapatkan tempat di sebuah restoran terkenal di Jepang. Berbagai upaya melalui jaringan perusahaan hingga Kedutaan Besar Indonesia tidak berhasil, namun persoalan itu selesai setelah Rachmad Gobel melalui jaringannya turun tangan.
"Saya masih ingat itu restoran yakiniku. Kedutaan juga nggak bisa, saya pakai jaringan saya juga masih nggak bisa. Beliau yang langsung telepon, entah bagaimana akhirnya dapat. Waktu datang ke restorannya kita sudah disambut. Saya tanya teman saya di sana, 'Itu siapa?' Dia bilang itu geng-geng Yakuza yang ditakuti di Jepang. Jadi pergaulannya sangat luar biasa. Itu saya bisa komentar karena saya ikut jalan sama beliau," ungkap Johnny.
Menurut Johnny, berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Rachmad Gobel bukan sekadar dikenal sebagai pengusaha Indonesia di Jepang. Ia menilai Gobel dihormati karena mampu membangun hubungan yang tulus dengan berbagai kalangan selama bertahun-tahun.
"Itu yang saya sangat terkesan. Abe-san tidak bisa menerima tamu, tapi beliau bisa diterima. Artinya kalau menurut saya di Jepang itu tidak ada cerita karena hal lain. Kata kuncinya beliau memang sangat dihormati di Jepang. Kalau tidak, tidak mungkin diterima," tutup Johnny.
(fys/wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]