MARKET DATA
Internasional

Iran Ngamuk, 10 Rudal Balistik Ditembakkan ke Yordania

sef,  CNBC Indonesia
10 July 2026 13:19
Smoke rises from explosions at an unknown location, following what U.S. Central Command (CENTCOM) said were strikes on Iranian military targets, in this screen grab from a video released on July 8, 2026. U.S. Central Command/Handout via REUTERS    TH
Foto: Ilustrasi as iran (via REUTERS/U.S. Central Command)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat. Hal ini terjadi setelah Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan serangan rudal balistik ke pusat komando militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Asia Barat dan Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Fars, Kamis, IRGC menyebut Pasukan Dirgantaranya menembakkan 10 rudal balistik ke dua target tersebut. Iran bahkan mengklaim serangan itu berhasil "menghancurkan" kedua fasilitas militer.

Mengutip Anadolu, Jumat (10/7/2026), IRGC juga melontarkan ancaman kepada Washington. Mereka menegaskan bahwa jika militer AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran, maka pangkalan-pangkalan militer AS lainnya di kawasan Timur Tengah akan menjadi sasaran berikutnya.

"Jika agresi tentara teroris AS kembali terjadi, pangkalan-pangkalan AS lainnya di kawasan tidak akan luput dari serangan berat kami," demikian pernyataan IRGC.

Namun, klaim Iran tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga kini belum ada konfirmasi dari pihak militer AS mengenai kerusakan yang diklaim Teheran.

Di sisi lain, pemerintah Yordania menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sebagian besar rudal yang mengarah ke wilayahnya. Sementara itu, militer Yordania mengatakan sedikitnya delapan rudal yang ditembakkan dari Iran berhasil dihancurkan sebelum mencapai target.

Serangan terbaru ini menjadi babak lanjutan eskalasi konflik antara Iran dan AS yang dalam beberapa hari terakhir terus saling melancarkan operasi militer. Sebelumnya, militer AS mengaku telah menyerang sekitar 170 target militer Iran, termasuk fasilitas yang disebut digunakan untuk mendukung operasi terhadap pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Konflik tersebut juga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan keamanan jalur energi global. Selat Hormuz yang berada di kawasan Teluk merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia, sehingga setiap eskalasi militer berpotensi mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.

(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Klaim Iran Ingin Damai, tapi Ancaman Perang Masih Ada


Most Popular
Features