MARKET DATA

Viral Penggeledahan Kafe Cipete-Rumah Sentul, Ini Penjelasan Jampidsus

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
10 July 2026 11:58
Foto: Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menyampaikan keterangan saat konferesi pers di Gedung Jampidus, Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menyampaikan keterangan saat konferesi pers di Gedung Jampidus, Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah merespons penggeledahan yang dilakukan tim gabungan kepolisian di beberapa lokasi sepanjang Rabu (8/7/2026) hingga Kamis (9/7/2026).



Beberapa lokasi yang digeledah seperti kafe di Cipete dan rumah pribadi di Sentul yang disebut-sebut berkaitan dengan dirinya.

Dalam konferensi pers, terdapat enam hal yang disampaikan Febrie. Pertama, kegiatan kerja di bidang pidana khusus tetap berjalan normal. Dia juga memastikan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga ekseskusi barang bukti tetap dilakukan standar operasional prosedur (SOP).

"Kami memastikan bahwa seluruh kegiatan dan tugas yang telah diperintahkan kepada kami dan rekan-rekan semua di Gedung Bundar yang sedang melakukan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, maupun tugas di lapangan dalam mengekseskusi barang-barang bukti tetap berjalan, bahkan tetap sesuai dengan SOP berjalan dengan cepat," kata Febrie di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Jumat (10/7/2026)

Kedua, Febrie mengatakan, Gedung Bundar saat ini sedang fokus menyelesaikan sejumlah perkara strategis yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan program prioritas pemerintah. Seperti tata kelola pertambangan, dugaan transfer pricing, hingga tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, penanganan perkara itu merupakan bagian dari komitmen Kejagung dalam memberantas tindak pidana korupsi secara profesional, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan melalui proses persidangan.

"Upaya tersebut bagian komitmen institusi pemerintah bersih berintegritas dan memberi efek jera ke pelaku tindak pidana korupsi. Untuk itu dukungan dan kepercayaan masyarakat menjadi energi penting bagi kami di Gedung Bundar agar progres penegakan hukum dapat berjalan efektif independen dan berkesinambungan," tuturnya.

Ketiga, dia menegaskan bahwa Jampidsus Kejagung juga akan tetap menghormati setiap penegakan hukum yang dilakukan Aparat Penegak Hukum, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Keempat, Febrie juga meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan atas informasi yang beredar di media sosial. Dia meminta publik menyikapi setiap informasi berdasarkan fakta yang utuh.

Kelima, Febrie memastikan tugasnya lain di Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan juga masih tetap berjalan. Dia berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui penagihan denda administratif kepada perusahaan yang melanggar.

"Bagi perusahaan yang tidak melakukan denda administratif sebagaimana ketentuan undang-undang kami telah tindaklanjuti melalui instrumen pidana. Langkah itu untuk memastikan kewajiban negara benar-benar di penuhi demi sebesar-besarnya kepentingan masyarakat," tuturnya.

Keenam, Kejaksaan Agung juga turut mendukung program strategis pemerintah prioritas nasional termasuk Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, maupun program prioritas lainnya.

Bantah Terkait Bisnis di Cipete
Menjawab pertanyaan mengenai penggeledahan yang dilakukan kepolisian dan kaitannya dengan soal bisnis di kawasan Cipete, Febrie membantah adanya hubungan dengan dirinya maupun institusi Jampidsus.

"Kami menghormati seluruh proses penegakan hukum yang dilakukan sesama aparat penegak hukum. Terkait pemberitaan tersebut kita tunggu proses penyidikannya. Sekali lagi dapat saya jelaskan bahwa Jampidsus tidak ada keterkaitan dalam bisnis apa yang telah diberitakan di media sosial seperti di Cipete," tuturnya.

Respons Soal Uang yang Ditemukan di Rumah Sentul
Febrie juga memberikan penjelasan mengenai temuan uang di rumah pribadinya di Sentul, yang menjadi sorotan publik. Menurutnya, uang itu memiliki pemilik yang jelas berkaitan dengan kegiatan yang bisa dipertanggung jawabkan. Namun dia tidak mau memberikan penjelasan lebih detail mengenai hal ini, menurutnya hal itu bisa disampaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

"Supaya jelas, ada uang yang ditemukan di rumah Sentul itu ada yang punya, ada kegiatannya, ada orang-orang kegiatan itu bisa ditanya, ada bangunannya bisa nanti di cek. Tapi nanti tentunya ini tidak akan dijelaskan saat ini, namun akan dijelaskan satu proses acara yang benar," tuturnya.

Febrie juga menegaskan bahwa rumah di Sentul merupakan rumah Jampidsus yang telah dimiliki sejak lama. Itu bisa dilihat kepemilikannya sejak awal.

Singgung Dugaan Blackout Sumatra
Febrie juga menanggapi pertanyaan mengenai dugaan penyidikan kepolisian yang dikaitkan dengan peristiwa blackout di Sumatra. Namun dia mengaku belum mengetahui adanya ketrkaitan perkara itu dengan Jampidsus.

Menurutnya apabila perkara menyangkut pengadaan batu bara untuk PLTU, sebaiknya dilakukan audit secara menyeluruh terlebih dahulu.

"Baik jumlah, kebutuhan, kualitas yang masuk transaksi pembelian dan proses pengadaanya sehingga kita tahu ada perbuatan melawan hukum di sana. Jadi untuk blackout mari kita tunggu saja rekan penyidik sebaiknya ditanya ke sana ya," tuturnya.

(miq/miq) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Kejagung Angkat Suara Terkait Penggeledahan Rumah Jampidsus


Most Popular
Features