MARKET DATA

Airlangga Beberkan Proyek 100 GW hingga AI di Hadapan Puluhan Dubes

chd,  CNBC Indonesia
10 July 2026 12:30
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (10/7/2026). (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto Serin)
Foto: (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto Serin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia kembali menggelar agenda Monthly Economic Diplomatic Breakfast, di mana agenda kali ini digelar di Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian.

Menko Perekonomian Airlangga Hartanto menjadi narasumber utama kali ini. Airlangga mengatakan dalam agenda ini, sebanyak 67 negara sahabat dan 34 duta besar hadir.

"Hari ini saya menghadiri Kadin Indonesia Monthly Diplomatic, sebanyak 67 negara dan 34 duta besar hadir dalam agenda ini, di mana agenda ini juga memperkuat diplomasi ekonomi di tengah ketidakpastian global," kata Airlangga dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jumat (10/7/2026).

Airlangga melanjutkan, selain memperkuat diplomasi ekonomi dengan negara sahabat, agenda ini juga menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat dan pihaknya juga rencana program pemerintah ke depan.

"Indonesia harus memperkuat fondasi ekonomi terutama terkait dengan supply chain dan arahan Pak Presiden (Prabowo) kita perkuat dalam setiap ketidakpastian itu yang terkait dengan kedaulatan pangan dan kedaulatan energi," terang Airlangga.

Adapun rencana program tersebut yakni mulai dari program peningkatan kapasitas listrik untuk mendukung hilirisasi industri baterai.

"Bapak Presiden mendorong dimulainya program 100 gigawatt berbasis solar, untuk hilirisasi ekosistem baterai, baik untuk baterai kendaraan listrik maupun baterai storage system," terang Airlangga.

Berikutnya untuk mendukung pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pemerintah telah bekerja sama dengan Singapura dalam pengembangan landing point fiber optik di Batam-Singapura.

"Terkait AI, kami akan menyiapkan infrastrukturnya, di mana kita sudah punya fiber optik, dan nantinya kita bekerja sama agar kita punya landing point ke beberapa negara, seperti dengan Singapura untuk pengembangan landing point di Batam-Singapura," jelas Airlangga.

Berikutnya terkait pengembangan data center, di mana Indonesia sudah memiliki landing point di Bitung untuk ke Amerika Serikat (AS).

"Kita juga punya landing point di Bitung untuk ke Amerika, jadi ini sangat potensi untuk pengembangan data center," ujarnya.

Selanjutnya yakni pengembangan semikonduktor, di mana pemerintah sudah mengajak kerja sama dengan perusahaan semikonduktor ternama di Inggris yakni Arm Ltd.

"Untuk pengembangan semikonduktor, kami sudah mengajak mitra yakni Arm Ltd, yang menguasai hampir lebih dari 90% daripada pengembangan chip design dan ini didorong untuk melakukan training 15.000 teknisi maupun engineer dalam Arm ekosistem," ucapnya.

Pemerintah juga telah bekerja sama dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), di mana kerja sama ini dilakukan untuk mendorong proses aksesi untuk menyelaraskan kerangka peraturan dengan praktik terbaik internasional.

"Kemudian kerja sama dengan OECD, harapannya kita bisa mulai bahas penyelesaian ratifikasinya, di mana saat ini untuk Eropa baru pertama kali diusulkan ratifikasi melalui versi bahasa Inggris saja, di mana selama ini diterjemahkan ke 24 negara, harapannya bisa dalam bentuk bahasa Indonesia," terangnya lagi.

Terakhir, pemerintah juga terus mendorong agar perjanjian perdagangan bebas berskala mega regional melalui Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CTPP).

"Kemudian terkait CPTPP, masih dalam proses dan mudah-mudahan aksesi bisa diterima tahun ini sehingga proses bisa berlanjut," imbuh Airlangga.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady mengaku agenda ini untuk menjelaskan kepada duta besar negara sahabat bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup baik.

"Saya mewakili Kadin Indonesia, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menko untuk ambil inisiatif membuka kantor Menko untuk mengundang para dubes dan perwakilan Kadin daerah untuk bisa mendengar cerita mengenai Indonesia bahwa fundamentalnya itu adalah baik," kata James Riady.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Manfaatkan Momentum, Airlangga Ajak Pengusaha Ekspansi di RI


Most Popular
Features