Cerita Prabowo Mau Dorong Sampai BBM B100 Tapi Menteri Bisik-Bisik Ini
Karawang, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto pada hari ini, Kamis, 9 Juli 2026, meresmikan peluncuran Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar dengan campuran minyak sawit sebesar 50% atau dikenal dengan B50.
Ini merupakan peluncuran peningkatan pemanfaatan biodiesel dari Fatty Acid Methyl Ester (FAME) menjadi 50% dari sebelumnya sebesar 40% atau B40 yang sudah dijalankan sejak awal 2025 lalu.
Presiden Prabowo menyebut, dengan diluncurkannya program mandatori biodiesel B50 ini, maka Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50.
"Dengan diluncurinnya program ini, Indonesia resmi menjadi negara di dunia yang menerapkan mandatori Biodiesel B50. Ini bukan sekedar pencapaian teknologi, ini bukti Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alam sendiri untuk kepentingan rakyat sendiri," tutur Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada acara peluncuran B50 di SPBU Pertamina, Rest Area KM 57, Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
"Ini adalah tonggak penting dalam perjalanan kemandirian energi. Kelangsungan hidup suatu bangsa antara lain ditentukan tiga hal. Pertama, mampukah bangsa itu menghasilkan pangan untuk rakyat. Kedua, mampukah bangsa itu memiliki energi sumber energi sendiri tidak tergantung bangsa lain. Ketiga, mampukah negara itu juga memiliki sumber air," tuturnya.
"Makan, energi, air. Ini dicanangkan oleh PBB dan hampir semua pakar peradaban manusia sadar dan mengerti, tanpa tiga ini suatu bangsa sulit untuk survive, sulit untuk kita berdaulat, sulit untuk kita sejahtera. Alhamdulillah kita sudah buktikan kita mampu mengamankan dan menghasilkan pangan. Kita sudah swasembada pangan," ujarnya.
"Hari ini saya bangga hadir di sini, hari ini saya tunggu-tunggu, dari sejak saya belum dilantik sebagai Presiden, ada tim inti saya tim penasehat saya selalu saya tekankan, harus swasembada pangan, harus swasembada energi, tidak boleh impor BBM, tidak boleh impor pangan, dari sejak sebelum saya jadi Presiden, sejak saya ketum HKTI. Sejak saya Menteri Pertahanan. fokus saya akan kelola ini, seolah-olah tidak langsung di bidang pertahanan, tapi elemen-elemen yang di bawah pertahanan terutama Universitas Pertahanan, pakar-pakar kita, insinyur-insinyur kita, perwira kita fokus itu untuk mencari dan mengebor air di tempat yang susah," tuturnya.
Prabowo pun sempat bercerita bahwa dirinya sempat menargetkan penerapan Biodiesel samai 100% alias B100. Namun, menteri-menterinya meyakinkan bahwa dengan penerapan B50 saja Indonesia sudah tidak perlu mengimpor BBM Solar lagi.
"Di tengah krisis dunia, Indonesia ternyata punya kekuatan, kita tidak meremehkan kesulitan tapi kita terus menyiapkan diri. Saudara-Saudara dari sejak saya belum dilantik sampai saya dilantik, saya teruskan saya dorong saya menuntut dari tim saya kemandirian energi. B40 tidak cukup, bahkan pada saat itu saya mendorong ke B100. Tapi menteri-menteri saya meyakinkan saya bahwa dengan B50 saja kita sudah tidak impor Solar lagi," jelasnya.
"Jadi ini adalah suatu prestasi bangsa yang luar biasa," ujarnya.
Namun demikian, dia pun menegaskan bahwa capaian B50 saat ini jangan bikin inovasi jalan di tempat. Dirinya pun mendorong Pertamina agar bisa mendorong sampai B60.
"Terima kasih ilmuwan dari kampus, teruskan kajian ini, terima kasih Pertamina, teruskan jangan berhenti di B50, kalau bisa B60," tegasnya.
Prabowo pun menyebut akan memberikan Bintang Kehormatan bagi pihak-pihak yang sukses menerapkan kebijakan B50 ini.
"Saudara-Saudara, memang ini usaha besar, terima kasih, kebahagiaan dari saya, nanti Mensesneg juga saya minta nama-nama Menteri ESDM, Dirut Pertamina, Menteri Koordinator Ekonomi, Pak Rosan, mereka-mereka yang berjasa proses mencapai di B50 saya minta nama-namanya ya, saya ingin memberi tanda kehormatan Bintang Kehormatan," tuturnya.
"Yang dapat Bintang, pangkatnya sudah tinggi ini soal jasa hasil untuk negara B50 ini hasil besar untuk negara," tandasnya.
source on Google [Gambas:Video CNBC]