MARKET DATA
Internasional

Trump Ngamuk ke Netanyahu Gegara Ganggu Deal Jet Tempur F-35 ke Turki

tps,  CNBC Indonesia
08 July 2026 14:40
Dalam foto yang dirilis oleh Angkatan Laut AS ini, sebuah F-35C Lightning II, yang tergabung dalam Skuadron Serangan Pesawat Tempur Marinir (VMFA) 314, bersiap melakukan pendaratan dengan penahan di dek penerbangan kapal induk kelas Nimitz USS Abraha
Foto: Dalam foto yang dirilis oleh Angkatan Laut AS ini, sebuah F-35C Lightning II, yang tergabung dalam Skuadron Serangan Pesawat Tempur Marinir (VMFA) 314, bersiap melakukan pendaratan dengan penahan di dek penerbangan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) di Laut Arab pada 12 Februari 2026. (AFP/SONNY ESCALANTE)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara tegas menolak permintaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membatalkan rencana penjualan jet tempur siluman F-35 ke Turki. Sikap keras tersebut disampaikan langsung oleh Trump setibanya di Turki pada hari Selasa (07/07/2026) untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO.

Mengutip laporan Russia Today, Rabu (8/7/2026), Trump menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki kekhawatiran untuk mempertimbangkan kembali penjualan jet tempur generasi kelima yang sudah lama diincar oleh Ankara tersebut. Langkah ini menjadi pukulan diplomatik telak bagi Israel, mengingat Netanyahu sebelumnya telah melobi Trump secara agresif baik dalam panggilan telepon pribadi maupun melalui siaran media internasional.

Netanyahu menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sengaja mengacaukan stabilitas Timur Tengah karena bersikap vokal menentang kampanye militer Israel di Gaza dan Lebanon. Pemimpin Israel tersebut berargumen bahwa dominasi udara negaranya dan postur militer AS di kawasan merupakan jaminan mutlak bagi keseimbangan kekuatan di Timur Tengah.

"Saya tidak berpikir mereka harus diberikan F-35 atau mesin untuk jet tempur mereka, karena hal itu akan mengganggu keseimbangan kekuatan di Timur Tengah, yang pada akhirnya dijamin oleh keunggulan udara Israel," ungkap Netanyahu kepada Fox News pada Senin (6/7/2026).

"Turki adalah negara yang besar, tetapi dipimpin oleh seorang pria yang secara terbuka menyerukan pemusnahan Israel," lanjut Netanyahu menegaskan alasan penolakannya.

Mendengar desakan tersebut, Trump justru melayangkan pujian terhadap kepemimpinan Erdogan di hadapan awak media. Hubungan antara Trump dan Netanyahu sendiri dilaporkan terus memburuk dalam beberapa bulan terakhir karena serangan udara Israel ke Lebanon dinilai mengacaukan pembicaraan damai Washington dengan Iran.

"Saya tidak memiliki kekhawatiran tentang apa pun. Maksud saya, dia adalah pemimpin dari sebuah negara yang telah dia buat menjadi negara yang jauh lebih baik, negara yang jauh lebih baik, negara yang jauh lebih kuat," tegas Trump sebagaimana dikutip dari The Hill.

Kementerian Pertahanan Turki langsung bereaksi keras dengan menuduh Netanyahu sedang melancarkan kampanye disinformasi dan propaganda sistematis demi mengalihkan perhatian dunia dari kecaman internasional. Hubungan AS dan Turki terkait program F-35 ini sebenarnya sempat membeku pada tahun 2019 saat Washington mendepak Ankara karena membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia.

"Netanyahu dan rekan-rekannya dalam kejahatan sengaja memutarbalikkan setiap kritik yang diarahkan kepada mereka dan berusaha mengalihkan perhatian melalui upaya propaganda yang sistematis," sebut Kementerian Pertahanan Turki dalam rilis resminya pada hari Selasa.

(tps/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump: Tanpa Saya, Tidak Akan Ada Israel


Most Popular
Features