MARKET DATA

Fenomena Baru: Masak, Kasir, dan Waitress Dikerjakan 1 Orang

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
06 July 2026 13:55
Restoran cepat saji di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (2/7/2026). (Dok Ist)
Foto: Restoran cepat saji di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (2/7/2026). (Dok Ist)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tren karyawan merangkap tugas mulai terlihat di beberapa gerai restoran makanan siap saji. Sayangnya, tren tersebut justru mencerminkan penurunan permintaan dari konsumen yang kemudian memaksa pengelola gerai untuk melakukan efisiensi.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia pada Kamis (2/7/2026), salah satu toko makanan siap saji di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, terlihat sepi oleh pengunjung. Hanya ada tiga meja saja yang terisi. Jumlah pelayan yang bertugas juga hanya satu orang saja. Selain menjadi kasir, pelayan tersebut juga menjadi penyaji hingga pengantar makanan.

Sang pelayan rupanya merangkap berbagai macam tugas dalam satu periode kerja yang sebenarnya bisa dilakukan oleh beberapa orang karyawan. Namun sekarang, beberapa tugas tadi cukup dikerjakan oleh satu orang karyawan saja.

Berikutnya, CNBC Indonesia bertemu dengan Adi, karyawan dari restoran makanan siap saji yang berada di dekat Kemang, Jakarta Selatan. Adi bercerita, pandemi Covid-19 hingga penurunan permintaan dari masyarakat cukup berdampak terhadap kelangsungan restoran tempatnya bekerja.

Terbukti, restoran tempat Adi bekerja melakukan efisiensi jumlah tenaga kerja. Semula, restoran tersebut mempekerjakan enam karyawan, namun sekarang hanya tinggal dua karyawan saja setiap shift. Bahkan, restoran tersebut hanya diisi oleh satu karyawan ketika shift malam berlangsung

"Setelah Corona, karyawan berkurang dari enam menjadi dua," kata dia, kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (6/7/2026).

Sebagaimana karyawan lainnya, Adi mengerjakan berbagai tugas di restoran seperti memasak makanan ayam goreng, kentang goreng, dan makanan siap saji lainnya. Pada saat yang sama, Adi juga merangkap sebagai kasir dan pengantar makanan untuk konsumen yang memesan. Meski demikian, ia mengaku mendapatkan gaji yang sama seperti sebelum adanya efisiensi tenaga kerja.

"Kalau gajinya sih sama aja sekarang sama dulu," terangnya.

Menurut Adi, pengurangan jumlah karyawan sejalan dengan tren penurunan penjualan produk makanan di tempatnya bekerja. Dia menilai, tingkat keramaian restoran siap saji di tempatnya bekerja tergolong rendah. Restoran siap saji biasanya cenderung ramai jika berlokasi di area publik seperti stasiun atau rest area.

Restoran cepat saji di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (2/7/2026). (Dok Ist)Restoran cepat saji di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (2/7/2026). (Dok Ist) Foto: Restoran cepat saji di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (2/7/2026). (Dok Ist)

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Alarm Berbahaya! Pengusaha Diam-Diam Irit Pakai Karyawan


Most Popular
Features