PLN Dapat Tambahan 16 Juta Ton Batu Bara Sampai Akhir 2026
Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) membeberkan bahwa perusahaan akan mendapatkan tambahan pasokan batu bara 16,8 juta ton hingga akhir tahun 2026. Hal itu demi memenuhi kebutuhan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang sempat terkendala beberapa waktu lalu.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary mengatakan, penambahan pasokan batu bara tersebut akan meningkatkan kapasitas daya mampu pasok pembangkit perusahaan.
Perusahaan saat ini tengah fokus melakukan koordinasi dengan Kementerian ESDM untuk memastikan kelancaran distribusi batu bara.
"16 jutaan (ton) itu sampai akhir tahun ya, supaya kita kan bisa optimalkan lagi tambahan-tambahan daya yang selama ini tidak optimal, bisa ada tambahan 5 Giga (Watt) lagi untuk memperkuat Jamali (sistem Jawa, Madura-Bali) kan bagus," katanya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Tambahan volume batu bara tersebut diperoleh melalui optimalisasi kontrak reguler serta pengalihan alokasi batu bara yang sebelumnya untuk ekspor. Peningkatan stok ini diproyeksikan mampu mendongkrak kapasitas daya hingga 5 Giga Watt (GW) guna menjamin stabilitas listrik bagi masyarakat.
"Untuk kita menaikkan lagi sekitar 5 Giga dari yang biasa kita pasok. Jadi ada tambahan sekitar 5 Giga. Kalau ada tambahan 5 Giga artinya cadangan kita itu kuat gitu lho," imbuhnya.
Dengan begitu, perusahaan berkomitmen untuk terus mengupayakan performa terbaik guna meminimalisir risiko gangguan sistem kelistrikan di masa mendatang. Perusahaan memastikan pemantauan stok energi primer akan terus dilakukan secara harian untuk menjaga tingkat operasional pembangkit tetap berada pada level aman.
"Aman, aman. Ada, ada aja. Semua itu ada. Kita manusia kan berusaha ya, tapi kan selalu ada faktor-faktor di luar kemampuan kita gitu kan, tapi kami berusaha yang terbaik PLN," pungkas Rizal.
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa mulai Agustus hingga Desember 2026, PLN akan menerima tambahan pasokan sebesar 3 juta ton batu bara per bulan di luar kontrak pasokan yang telah berjalan. Adapun, pada Juli 2026 ini PLN juga telah memperoleh tambahan alokasi batu bara sebesar 1,8 juta ton.
"Nah tentu saja kondisi ini secara bersama sama terus kami jaga dan kami tingkatkan melalui program penguatan keandalan sistem yang telah direncanakan sesuai dengan arahan Menteri ESDM," kata Darmawan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7/2026).
Ia membeberkan, tambahan pasokan tersebut dikhususkan untuk batu bara dengan nilai kalori di atas 4.500 kcal/kg yang dibutuhkan pembangkit listrik PLN. Pasokan itu mampu meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Jawa dengan tambahan daya mampu pasok sekitar 5 Giga Watt (GW), sehingga total daya mampu pasok meningkat dari sebelumnya 35,9 GW.
"Ini sebesar 1,8 juta ton on top dari existing supply untuk bulan Juli dan 3 juta ton per bulan dari Agustus sampai Desember, sehingga di sini ada penambahan kapasitas daya mampu pasok sebesar 5 GW di atas 35,9 GW, yang tentu saja ini membuat sistem kelistrikan di Pulau Jawa menjadi jauh lebih andal lagi," katanya.
Menurut Darmawan, langkah tersebut dilakukan setelah PLN bersama Kementerian ESDM mengevaluasi perubahan komposisi produksi batu bara nasional. Setidaknya, dalam beberapa tahun terakhir, produksi batu bara berkalori rendah meningkat, sementara produksi batu bara berkalori menengah hingga tinggi justru mengalami penurunan.
"Maka dari ini Kementerian ESDM dan PLN mengoreksi ini, dengan adanya khusus pasokan batu bara dengan kalori menengah ke atas on top dari existing supply yang sudah ada," ujarnya.
source on Google [Gambas:Video CNBC]