Jalur Mobil Penumpang-Barang di Pelabuhan Ketapang Mau Dipisah, Kapan?
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Pelabuhan Ketapang. Terbaru, kemacetan panjang hingga 7 Km terjadi di pelabuhan ini pada akhir Juni lalu, bahkan hingga puluhan kilometer (km) pada momen pertengahan tahun lalu.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan akan memisahkan layanan angkutan barang dan penumpang.
Pemisahan itu diharapkan diterapkan paling lambat sebelum penyelenggaraan angkutan Lebaran 2027, sehingga membuat arus kendaraan lebih lancar karena aktivitas kendaraan barang dan penumpang tidak lagi bertumpu di satu pelabuhan. Kapasitas Pelabuhan Ketapang juga akan ditingkatkan secara bertahap agar mampu mengakomodasi pertumbuhan arus kendaraan dan logistik.
"Jadi kita ingin memisahkan layanan angkutan barang dan orang seperti yang kita lakukan di Merak-Bakauheni kita akan lakukan di Ketapang-Gilimanuk. Dengan harapan kalau pemisahan itu, maka tidak terkonsentrasi di satu pelabuhan saja," kata Dudy kepada media, dikutip Jumat (3/7/2026).
Dudy menjelaskan kemacetan panjang yang belakangan terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk dipicu terganggunya operasional kapal berukuran besar. Kondisi itu membuat sebagian perjalanan dialihkan ke pelabuhan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), sehingga kapasitas pelayanan menjadi terbatas.
"Kemacetan di Ketapang-Gilimanuk terjadi karena ada kerusakan kapal besar sehingga perjalanan dialihkan ke pelabuhan yang dikelola ASDP. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan kapasitas. Kami sudah meminta kepada ASDP untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar segera dilakukan perbaikan perlengkapan sehingga bisa digunakan kembali," kata Dudy.
Di sisi lain, Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mempercepat sejumlah pekerjaan yang dibutuhkan sekaligus menyusun pengembangan pelabuhan hingga 2029.
Rencana tersebut mencakup peningkatan kapasitas sejumlah dermaga, optimalisasi kawasan Bulusan sebagai buffer area kendaraan logistik, pembangunan akses penghubung, hingga pembangunan dermaga baru guna memperkuat kelancaran operasional di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
"Peningkatan kapasitas dermaga juga akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini sebagai bagian dari penguatan layanan di lintas Ketapang-Gilimanuk. Rencana tersebut disusun untuk memenuhi kebutuhan trafik saat ini sekaligus mengantisipasi pertumbuhan arus kendaraan dalam beberapa tahun ke depan," kata Heru dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Pengembangan infrastruktur pelabuhan tidak cukup hanya menambah kapasitas dermaga. Pengaturan pola operasi kapal, penyediaan buffer area, hingga manajemen lalu lintas di luar kawasan pelabuhan juga harus dilakukan secara terintegrasi agar mampu mengimbangi meningkatnya mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik.
"Pelabuhan Ketapang bukan hanya gerbang penyeberangan Jawa-Bali, tetapi simpul strategis yang menopang konektivitas nasional. Karena itu, pengembangannya membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan," ujar Heru.
source on Google [Gambas:Video CNBC]