MARKET DATA

40% Proyek Ketenagalistrikan di RUPTL 2025-2034 Mulai Dieksekusi

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
02 July 2026 21:20
Petugas PLN melakukan inspeksi peralatan di GITET 500 Kv Gardu Induk Gandul, Depok, Jawa Barat, Jumat (27/12/2024). (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)
Foto: Petugas PLN melakukan inspeksi peralatan di GITET 500 Kv Gardu Induk Gandul, Depok, Jawa Barat, Jumat (27/12/2024). (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) membeberkan sebanyak 40% dari total proyek ketenagalistrikan yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 telah memasuki tahap eksekusi.

Hal itu seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan memastikan pasokan listrik di Indonesia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memaparkan bahwa realisasi hingga saat ini menunjukkan tren positif yang melampaui target yang telah ditetapkan hingga pertengahan tahun 2026.

Dalam catatan PLN, sebanyak 1.646 proyek pada RUPTL 2025-2034 atau sekitar 40% proyek sudah masuk tahap eksekusi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 143 proyek sudah mencapai tahap operasi komersial atau Commercial Operation Date (COD), terdiri dari 50 proyek pembangkit listrik sebesar 4.541 MW, 35 proyek transmisi sepanjang 3.694 kms, dan 58 proyek gardu induk 3.800 MVA.

"Dalam setahun semenjak penerbitan RUPTL ini, sebanyak 1.646 proyek RUPTL 2025-2034 atau 40% proyek telah masuk tahap eksekusi, di mana 143 proyek mencapai commissioning date. Dan ini artinya ada tambahan pembangkit sebesar 4.541 Mega Watt, transmisi sebesar 3.694 kilometer sirkuit, serta gardu induk 3.800 MVA," paparnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Selain itu, sebanyak 420 proyek masuk dalam tahap konstruksi, terdiri dari 163 proyek pembangkit listrik, 82 proyek transmisi, dan 175 proyek gardu induk. Kemudian, sebanyak 1.083 proyek dalam proses pengadaan, yakni 512 proyek pembangkit listrik, 257 proyek transmisi, dan 314 proyek gardu induk.

Adapun, sisa 60% lainnya atau sebanyak 2.472 proyek lainnya masih dalam tahap Kajian Kelayakan Proyek (KKP), terdiri dari 429 proyek pembangkit listrik, 851 proyek transmisi, dan 1.192 proyek gardu induk.

Hingga Juni 2026, realisasi pembangunan pembangkit listrik secara nasional telah menyentuh angka 5,2 Giga Watt (GW), atau melebihi dari target awal sebesar 4,2 GW. Sementara itu, untuk infrastruktur transmisi, realisasi mencapai 4.138 kilometer sirkuit (kms) dari target 4.000 kms, dengan kapasitas gardu induk sebesar 8.018 MVA yang terealisasi.

"Kementerian ESDM telah menetapkan target delivery RUPTL 2025 melalui kontrak kinerja dan ini disusun dengan mempertimbangkan proyeksi demand dan juga kebutuhan sistem ketenagalistrikan nasional sehingga pembangunan ini menjadi lebih terukur dan selaras," tambahnya.

Dalam prosesnya, perusahaan tengah mendorong sejumlah proyek sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat swasembada energi, seperti PLTS Bali Timur, PLTP Ijen, dan PLTA Perangin.

Secara jangka panjang hingga 2034, total kapasitas pembangkit ditargetkan mencapai 69,52 GW dengan panjang transmisi 47.759 kilometer sirkuit dan kapasitas gardu induk 107.950 MVA.

"Tentu saja ini kami melakukan percepatan bagaimana pembangunan ini bisa lebih cepat lagi untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan kebutuhan demand listrik yang meningkat," imbuhnya.

PLN juga melakukan langkah retrofit pada sejumlah unit PLTU agar mampu mengonsumsi batu bara kalori rendah seiring menipisnya cadangan batu bara kalori menengah-tinggi.

"Pembangunan PLTS 100 GW arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu program andalan agar swasembada energi dan menurunkan biaya pokok produksi dari kelistrikan ini bisa terlaksana dengan baik," tandasnya.

(wia) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Qodari Beberkan Cara Pemerintah Cegah Pemadaman Listrik Terulang Lagi


Most Popular
Features