MARKET DATA

PLN Bakal Sambungkan Listrik ke 5.700 Desa Hingga 2029

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
02 July 2026 17:05
Petugas PLN melakukan penyambungan instalasi listrik milik Parno, salah satu penerima manfaat Program “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan” di Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. (Dok PLN)
Foto: Petugas PLN melakukan penyambungan instalasi listrik milik Parno, salah satu penerima manfaat Program “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan” di Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. (Dok PLN)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) menargetkan penyambungan listrik ke sekitar 5.700 desa di seluruh Indonesia hingga 2029. Adapun, program ini dijalankan berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 316 Tahun 2025 dengan sasaran memperluas akses listrik bagi masyarakat yang selama ini belum terlayani.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, peta jalan (roadmap) Program Listrik Desa 2025-2029 menargetkan penyambungan listrik kepada sekitar 735.658 rumah tangga yang tersebar di 10.068 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.

"Melalui Kepmen ESDM 316 tahun 2025, maka PLN melaksanakan roadmap program listrik desa 2025 sampai 2029. Nah, ini untuk memperluas akses listrik bagi masyarakat yang belum terlayani dengan target penyambungan sekitar 735.000 rumah tangga di seluruh Indonesia. Total lokasi adalah 10.068 lokasi dan ini sudah terbagi 2025, 2026, 2027, 2028, 2029. Dan ini dalam grouping sekitar 5.700 desa," ungkap Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, kebutuhan infrastruktur untuk program tersebut telah dipetakan secara rinci, mulai dari pembangunan jaringan tegangan menengah (20.000 volt), jaringan tegangan rendah (220 volt), gardu distribusi, hingga pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah wilayah.

PLN juga telah melakukan pemetaan menggunakan sistem Geographical Information System (GIS), termasuk penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kebutuhan pendanaan agar pelaksanaan program berjalan sesuai target.

Menurut Darmawan, program tersebut merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pemerataan akses listrik sebagai bagian dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Ini sudah terbagi dari tahun ke tahun dan ini kami juga sudah memetakan menggunakan Geographical Information System, kemudian juga termasuk di dalamnya adalah RAB dan juga alokasi budget yang harus dialokasikan agar program ini bisa berjalan dengan baik," katanya.

(ven/wia) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ikuti Titah Prabowo, PLN Bakal Setop PLTD di 741 Lokasi-Ganti ke PLTS


Most Popular
Features