Produksi Migas Pertamina Tembus 1 Juta Barel Setara Minyak di 2025
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) mencatatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) di atas 1 juta barel setara minyak per hari (barrels oil equivalent per day/Â BOEPD) sepanjang tahun buku 2025.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa perseroan telah mengelola seluruh lini bisnis energi dari hulu hingga hilir dengan baik dan memastikan ketersediaan energi yang andal bagi masyarakat.
"Secara keseluruhan, capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan," ungkap Simon dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).
Selain produksi hulu, keandalan energi tersebut didukung oleh sektor pengolahan yang mencatatkan Yield Valuable Product sebesar 83,7%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, kilang-kilang milik Pertamina berhasil mengolah volume intake mencapai 333 juta barel guna mengoptimalkan produk bernilai tinggi.
"Bagi Pertamina, capaian tersebut bukan sekadar mencerminkan kinerja korporasi. Di baliknya terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan energi tetap tersedia dan andal bagi masyarakat, industri, serta berbagai sektor strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional," kata Simon.
Adapun, Pertamina membukukan laba bersih sebesar US$ 3,35 miliar atau setara Rp 55,20 triliun sepanjang tahun buku 2025 dengan total pendapatan mencapai US$ 70,89 miliar atau sekitar Rp 1.167,99 triliun dan perolehan EBITDA mencapai US$ 11,43 miliar atau setara Rp 188,33 triliun.
Dari sisi pengembangan infrastruktur, perusahaan merealisasikan investasi di dalam negeri sebesar US$ 5,9 miliar atau setara Rp 97,20 triliun guna menjamin kedaulatan energi nasional.
Di saat yang sama, Pertamina juga terus mendorong agenda dekarbonisasi yang berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 2,27 juta ton CO2e sepanjang tahun 2025 untuk mendukung target emisi nol bersih nasional.
Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, menyampaikan telah berhasil membukukan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 1,032 juta barel setara minyak per hari (million barrels oil equivalent per day/Â MMBOEPD) hingga akhir 2025.
Hal ini berdasarkan laporan kinerja yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PHE Tahun Buku 2025 belum lama ini.
Adapun, produksi tersebut terdiri atas minyak sebesar 556 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas bumi sebesar 2.757 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Pencapaian tersebut didukung oleh pelaksanaan berbagai program pengembangan lapangan secara masif.
Sepanjang tahun 2025, PHE berhasil menyelesaikan pengeboran eksploitasi sebanyak 887 sumur, kegiatan workover pada 1.288 sumur, serta well service pada 37.266 sumur.
Di sisi eksplorasi, perusahaan terus memperkuat upaya penemuan sumber daya baru guna menjaga keberlanjutan produksi jangka panjang. Hingga akhir tahun 2025, telah dilakukan pemboran 20 sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer, serta survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi.
Upaya eksplorasi tersebut menghasilkan penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 1.097,43 juta barel setara minyak (MMBOE). Kontribusi utama berasal dari temuan Migas Non-Konvensional (MNK)di Wilayah Kerja Rokan sebesar 724,22 juta barel minyak (MMBO).
Selain itu, PHE juga berhasil membukukan penambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 314 MMBOE. Tambahan cadangan tersebut diperoleh melalui realisasi aktivitas merger dan akuisisi (M&A), termasuk kontribusi aset di Aljazair, yakni proyek MLN Phase 5 di Blok 405a.
source on Google [Gambas:Video CNBC]