MARKET DATA
Internasional

Tetangga RI Tiba-Tiba Obral 'Bonus Bayi', Berisiko Tua Sebelum Kaya

tps,  CNBC Indonesia
01 July 2026 17:40
Tetangga RI Tiba-Tiba Obral 'Bonus Bayi', Berisiko Tua Sebelum Kaya
Foto: Vietnam (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tetangga RI, Vietnam, resmi meluncurkan paket insentif ramah keluarga dan kebijakan tunjangan "bonus bayi" secara nasional untuk mendorong warganya memiliki lebih banyak anak.

Langkah darurat ini diambil tepat satu tahun setelah Hanoi menghapus kebijakan pembatasan dua anak, yang telah berlaku selama beberapa dekade, akibat dihantui risiko penuaan populasi sebelum negaranya sempat menjadi kaya.

Mengutip laporan Channel News Asia, hal ini diatur dalam undang-undang kependudukan baru, yang resmi berlaku Rabu (1/7/2026) ini.

Pemerintah memperpanjang cuti melahirkan dari enam bulan ke tujuh bulan, menawarkan pemeriksaan kehamilan gratis, serta bantuan keuangan khusus hingga US$ 228 (Rp 4,09 juta) atau setara dengan dua pertiga dari rata-rata gaji bulanan masyarakat di sana.

"Saya bisa tinggal di rumah satu bulan lagi bersama bayi saya, dan suami saya bisa tinggal di rumah beberapa hari lagi," kata warga setempat bernama Nguyen Kim Bich, wanita berusia 32 tahun.

Ya, pemerintah memang tengah berjuang keras untuk mengurangi resiko menjadi "negara tua sebelum kaya". Kepala Kependudukan dan Pembangunan di Dana Populasi PBB (UNFPA) di Vietnam, Pham Thi Lan mengatakan ini menjadi perubahan pendekatan yang signifikan di negeri itu.

"Kami beralih dari pengendalian keluarga berencana ke fokus pada pembangunan kependudukan," tegasnya.

Meningkatnya Angka Harapan Hidup & Menurunnya Angka Kelahiran

Meningkatnya angka harapan hidup dan menurunnya angka kelahiran telah mengubah Vietnam menjadi salah satu negara dengan penuaan tercepat di dunia.

Tren-tren yang ada memang mencerminkan keberhasilan pembangunan dalam beberapa tahun terakhir, namun populasi yang stagnan dapat menyebabkan kekurangan tenaga kerja dan membebani jaring pengaman sosial.

Undang-undang kependudukan yang baru bertujuan untuk memperlambat pergeseran demografi tersebut. Namun bagi Bich dan suaminya Lai, seorang akuntan dan profesional periklanan, bujukan saja tidak cukup.

Hampir separuh pendapatan bulanan mereka sebesar US$1.000 digunakan untuk membesarkan anak pertama mereka. Belum lagi, mereka harus berbagi rumah kecil dengan orang tuanya.

"Manfaatnya bagus tapi tidak cukup," ujarnya.

"Cuti satu bulan lagi dan uang sebesar US$75 tidak akan pernah menarik kami untuk memiliki anak kedua," katanya, menyebutkan berapa besar bonus yang ia harapkan untuk memenuhi syarat.

Dua Anak Saja Cukup

Sebenarnya preferensi Vietnam terhadap keluarga dengan dua anak sudah ada sejak tahun 1960-an. Ketika itu, pihak berwenang di utara berusaha mengekang pertumbuhan populasi yang eksplosif selama perang.

Batasan resmi diadopsi pada tahun 1988. Namun penegakannya tidak seketat di negara tetangga China, di mana sterilisasi dan aborsi paksa menyertai pencabutan kebijakan satu anak pada tahun 2016.

Vietnam pun juga belum terjebak dalam spiral kematian demografi seperti Korea Selatan (Korsel) atau Jepang. Total Fertility Rate Korsel adalah 0,80 anak per perempuan sementara Jepang 1,14 anak per perempuan.

Pertumbuhan Ekonomi Tercepat di Asia Tapi..

Sebenarnya, Vietnam adalah salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di Asia. Namun, negara itu masih relatif miskin.

PDB per kapita Vietnam tercatat sebesar US$5.000. Angka ini setengah dari PDB per kapita Jepang ketika tingkat kelahirannya sama dengan Vietnam pada awal tahun 1980an, dan angka tersebut belum disesuaikan dengan inflasi.

"Ini berarti Vietnam akan mempunyai waktu yang lebih sedikit untuk beradaptasi dengan masyarakat lanjut usia dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya," tulis data Bank Dunia di 2021, memperingatkan dalam laporannya.

"Negara ini mempunyai jendela sempit untuk melakukan reformasi sebelum menghadapi perlambatan besar dalam pertumbuhan," katanya.

(tps/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tetangga RI Minta Warga Hemat Listrik Gara-Gara Tagihan Rekor


Most Popular
Features