MARKET DATA
Internasional

Perang Presiden-Wapres Makin Panas, Massa Kepung Ibu Kota Tetangga RI

tfa,  CNBC Indonesia
01 July 2026 11:02
Filipino protesters raise placards during a protest denouncing corruption, in Quezon City, Metro Manila, Philippines, September 11, 2025. REUTERS/Lisa Marie David
Foto: Demo Filipina (REUTERS/Lisa Marie David)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ribuan anggota sekte keagamaan berpengaruh di Filipina, Iglesia Ni Cristo (INC), menggelar aksi unjuk rasa di Manila, Selasa (30/6/2026). Aksi tersebut digelar menyusul rencana pemerintah mendakwa Senator Rodante Marcoleta, dalam kasus dugaan korupsi dana kampanye.

Demonstrasi tersebut berlangsung sehari setelah Ombudsman Filipina mengumumkan bahwa Marcoleta, anggota INC sekaligus sekutu Wakil Presiden yang akan dimakzulkan, Sara Duterte, akan didakwa karena diduga tidak melaporkan sisa dana kampanye pemilu. Dana tersebut diyakini sebesar 75 juta peso Filipina atau sekitar Rp22,2 miliar.

"Ini adalah protes kilat," kata peserta aksi Rodel Gundrean, 56 tahun, sebagaimana dimuat CNA dari AFP, dikutip Rabu (1/7/2026).

"Seperti yang Anda ketahui, Iglesia Ni Cristo hanyalah satu tubuh. Dengan satu perintah saja, semua orang akan mengikuti," katanya menyebut sekte keagamaan itu.

Peserta lainnya, Marc Raeden Quemada, mengatakan dirinya telah berada di lokasi sejak pukul 06.00 pagi dan tidak berniat meninggalkan area demonstrasi sampai disuruh pulang. Hingga pukul 14.00 waktu setempat kemarin, kepolisian memperkirakan sekitar 12.000 orang telah berkumpul di lokasi dan memicu kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan di ibu kota.

Kasus Marcoleta menjadi sorotan karena ia dikenal sebagai anggota INC sekaligus salah satu loyalis kubu Duterte di Senat. Kehadirannya diperkirakan menjadi suara penting dalam sidang pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte yang dijadwalkan dimulai pekan depan.

"Kami ingin memberitahu mereka bahwa keadilan selektif adalah ketidakadilan dan kami tidak akan tinggal diam," ujar juru bicaraINC Edwil Zabala menegaskan aksi tersebut bertujuan menuntut transparansi dalam penanganan kasus Marcoleta.

Sara Duterte juga mengecam langkah pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr. Menurutnya, pemerintah telah "mempersenjatai sistem peradilan dengan mengajukan kasus dan memenjarakan individu yang berani berbicara menentang dugaan korupsi".

Gelombang penyelidikan terhadap tokoh-tokoh yang dekat dengan keluarga Duterte semakin menguat dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, Senator Jose "Jinggoy" Estrada didakwa dalam kasus dugaan korupsi proyek pengendalian banjir fiktif.

Sementara itu, Senator Ronald "Bato" Dela Rosa dilaporkan bersembunyi setelah hampir ditangkap berdasarkan surat perintah Pengadilan Kriminal Internasional. Hal ini terkait perang narkoba era mantan Presiden Rodrigo Duterte.

Di sisi lain, di tengah memanasnya situasi politik, Presiden Marcos membatalkan agenda makan siang bersama media asing untuk memantau perkembangan demonstrasi. Sidang pemakzulan Sara Duterte dijadwalkan dimulai pada 6 Juli, dengan sedikitnya 16 dari 24 senator harus menyatakan bersalah agar ia dicopot dari jabatan wakil presiden dan dilarang menduduki jabatan publik secara permanen.

(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Indonesia-Filipina Sepakati Skema Barter Tanpa Dolar AS


Most Popular
Features