Video

Video: Daya Beli Tertekan-Utilisasi Turun, Bisnis Minuman Ringan Lesu

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
01 July 2026 08:27

Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global industri minuman ringan Indonesia menghadapi tantangan tekanan daya beli yang diikuti oleh lonjakan biaya impor bahan baku.

Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM), Triyono Prijosoesilo mengatakan sepanjang tahun 2025, volume penjualan minuman tercatat minus 0,5. Sementara pada kuartal I-2026 tumbuh 2% yang ditopang momen Lebaran yang masih didominasi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) namun untuk minuman teh, jus, susu justru menurun imbas daya beli yang tertekan.

Selain itu industri minuman juga mengalami under-utilisasi akibat turunnya daya beli yang membuat deman belum maksimal akibatnya profitabilitas ikut tergerus. Menghadapi hal ini, industri tengah mengincar sumber pertumbuhan segmen pasar yang masih potensial seperti segmen minuman rendah gula.

Seperti apa tekanan yang dialami oleh industri minuman? Selengkapnya simak dialog Serliana Salsabila dengan Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM), Triyono Prijosoesilo dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Selasa, 30/06/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Bagikan:

Loading...
Loading...
Loading...