Tetangga RI Sukses Buat Rudal Supersonik, Gas Lakukan Rakit Massal
Jakarta, CNBC Indonesia - Fasilitas manufaktur baru milik BrahMos Aerospace yang berlokasi di kota Lucknow, India utara, resmi memproduksi rudal gelombang pertama mereka sekaligus menobatkan diri sebagai pabrik terbesar di negara tersebut. Pengoperasian penuh pusat produksi ini berhasil mendongkrak total kapasitas produksi keseluruhan dari rudal supersonik tersebut hingga mencapai 20%.
Mengutip laporan Russia Today, Selasa (30/06/2026), keberhasilan peluncuran produk gelombang pertama ini menandai lompatan besar dalam kapasitas industri pertahanan India. Co-Director BrahMos Aerospace, Aleksandr Maksichev, mengonfirmasi bahwa setelah menyelesaikan batch awal, jajaran teknisi dan buruh pabrik kini tengah tancap gas untuk merampungkan proses perakitan tahap berikutnya di dalam fasilitas raksasa tersebut.
"Fasilitas baru ini telah memproduksi gelombang pertama rudal tersebut. Manufaktur untuk gelombang kedua sekarang sedang berjalan," ungkap Maksichev kepada media Sputnik pada hari Senin (29/06/2026).
Maksichev menambahkan bahwa peresmian pabrik di Lucknow ini secara signifikan telah mempercepat ritme kerja serta memperbesar volume keluaran (output) produksi tahunan rudal BrahMos secara masif. Beroperasinya pabrik baru ini sekaligus menambah kekuatan lini produksi India yang kini total memiliki empat fasilitas manufaktur BrahMos, di mana tiga pabrik lainnya tersebar di wilayah Hyderabad, Thiruvananthapuram, serta Pilani di negara bagian Rajasthan.
Rudal BrahMos sendiri, yang namanya diambil dari perpaduan Sungai Brahmaputra di India dan Sungai Moskva di Rusia, merupakan salah satu rudal jelajah supersonik tercepat dan paling mematikan di dunia saat ini. Senjata taktis ini sempat digunakan secara efektif oleh militer India dalam bentrokan bersenjata singkat melawan Pakistan pada tahun lalu, yang seketika melambungkan reputasi tempurnya di pasar global.
Sejak pembuktian performa tempur tersebut, minat pasar internasional terhadap sistem persenjataan ini dilaporkan meroket tajam di mana New Delhi telah sukses menjual rudal ini ke Filipina dan Vietnam.
Mengingat performanya yang mumpuni, draf kesepakatan dagang baru dan proses negosiasi intensif dilaporkan tengah berjalan dengan pemerintah Indonesia serta Uni Emirat Arab (UEA), yang sekaligus mengantarkan perusahaan patungan pertahanan India-Rusia ini membukukan rekor pendapatan tertinggi pada tahun fiskal lalu.
source on Google [Gambas:Video CNBC]