MARKET DATA

Pengumuman! Bahlil Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi US$ 13/MMBTU

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
29 June 2026 12:12
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Senin (29/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sin Po TV)
Foto: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Senin (29/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sin Po TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turun tangan terkait harga gas untuk kebutuhan industri di dalam negeri. Pada intinya, harga gas yang dibeli industri melalui Liquefied Natural Gas (LNG) turun menjadi US$ 13 per millions of british thermal unit (mmbtu) dari yang sebelumnya US$ 20 - US$ 23 per mmbtu.

Bahlil menyampaikan, bahwa dalam 20 hari terakhir pihaknya sudah menerima aspirasi dari asosiasi pelaku industri termasuk gas bumi di Indonesia. Atas dasar itu, pihaknya langsung merumuskan beberapa langkah untuk mengatasi masalah industri dan memastikan lapangan pekerjaan tidak terganggu dengan harga gas.

Oleh karena itu, pemerintah menetapkan langkah terkait harga gas. Diantaranya harga gas bumi tertentu (HGBT) yang tetap US$ 6,5 - US$ 7 per mmbtu. "Kita berharap itu dengan pak Simon (Dirut Pertamina) dan PGN ini tidak mengenakkan semua kalau mau menyelamatkan. Untuk HGBT US$ 6,5 US$ 7 per mmbtu," terang Bahlil saat Konfrensi Pers di Gedung DPR, Senin (29/6/2026).

Adapun untuk gas pipa industri yang kilangnya berada di Jawa harganya pun masih US$ 9,6 per mmbtu. Bahlil menegaskan, yang terjadi saat ini adalah karena adanya penurunan produksi kilang di Jawa Barat dan Jawa Timur dan DKI, alhasil yang terjadi industri menggunakan LNG dari Papua-Sulawesi dan Kalimantan dengan harga pasar yakni US$ 20 - US$ 23 per mmbtu. "Makanya teman-teman industri meminta pemerintah turun tangan," tegas Bahlil

Atas hal ini, berdasarkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, kata Bahlil, pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga gas LNG menjadi US$ 13 per mmbtu. "Atas arahan Presiden kami perintahkan, masukan itu US$ 15-16 dolar per mmbtu tapi kita hitung turunkan jadi US$ 13 per mmbtu. Dari US$ 23 jadi US$ 13,"

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bahlil Dampingi Prabowo di KTT ASEAN Filipina, Dorong Kerjasama Energi


Most Popular
Features