MARKET DATA

Tak Cuma Bangka Belitung, Ada 'Harta Karun Langka' di Wilayah RI Ini

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
28 June 2026 19:00
Mineral berharga mengandung thorium dan logam tanah jarang (LTJ). (Dok. BRIN)
Foto: Mineral berharga mengandung thorium dan logam tanah jarang (LTJ). (Dok. BRIN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah 'harta karun langka' dalam hal ini mineral logam tanah jarang (LTJ) ternyata tak cuma berada di Bangka Belitung yang selama ini dikenal penghasil timah.

Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya menjelaskan logam tanah jarang di Bangka belitung ditemukan umumnya sebagai mineral ikutan dari aktivitas penambangan timah.

Dari proses pengolahan terdapat sejumlah mineral lain. Termasuk juga xenotime dan monasit yang mengandung unsur logam tanah jarang.

"Jadi ceritanya rata-rata logam tanah jarang itu adalah cucu dari mineral utama. Cucu dari mineral utama," kata dia kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

Ternyata bukan hanya di Bangka Belitung, logam tanah jarang juga kemungkinan berada di wilayah lain di Indonesia. Logam tanah jarang sebagai mineral utama berpotensi berada di wilayah Silawesi.

"Di sana Badan Industri Mineral juga sudah mendapat, atau Perminas ya, sudah mendapat IUP dari Kementerian ESDM terkait dengan Logam Tanah Jarang. Jadi di sana katanya ada satu daerah ketika dilakukan pertambangan logam tanah jarang itu didapat langsung sebagai mineral utama. Ya apapun itu, intinya kita punya," kata Bambang.

Logam tanah jarang kerap disebut menjadi salah satu mineral strategis masa depan. Sebab dibutuhkan dalam berbagai industri strategis.

Hal serupa juga dikatakan oleh Bambang. Dia mengatakan komponen ini penting bagi berbagai sektor, seperti telekomunikasi, teknologi canggih, hingga industri pertahanan dan keamanan.

"Ya, jadi mineral logam tanah jarang adalah mineral masa depan. Jadi dia dipergunakan belakangan ini pada berbagai teknologi kekinian. Baik itu untuk telekomunikasi, kemudian teknologi-teknologi lainnya, termasuk juga teknologi pertahanan keamanan," ujar Bambang

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Punya 'Harta Karun Langka', Ini yang Perlu Dilakukan Pemerintah RI


Most Popular
Features