MARKET DATA
Economic Update 2026

Gerilya Bidik Pasar Negeri Putin, Menperin Pakai Strategi Ini

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
26 June 2026 09:55
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam Economic Update 2026. (CNBC Indonesia)
Foto: CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memanfaatkan ajang Innoprom 2026 di Rusia sebagai pintu masuk untuk memperluas pasar ekspor sekaligus menarik investasi baru ke Indonesia. Keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country dinilai dapat memperkuat posisi industri nasional di pasar Eurasia.

Status tersebut juga menjadi yang pertama bagi negara ASEAN dalam sejarah penyelenggaraan Innoprom. Pemerintah menilai kesempatan itu tidak hanya membuka pasar perdagangan baru, tetapi juga memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia utamanya di tengah perubahan peta industri dunia.

"Mereka melihat Indonesia sebagai negara ekonomi yang sangat kuat. Selain sudah menjadi bagian dari G20, Rusia juga melihat potensi ekonomi Indonesia jauh lebih besar ke depan. Mereka melakukan proyeksi terhadap besarnya ekonomi Indonesia, sehingga memandang Indonesia sebagai mitra yang penting," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Economic Update CNBC Indonesia, Jumat (26/6/2026).

Hubungan baik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin turut menjadi modal penting dalam memperkuat kerja sama kedua negara. Namun, pemerintah menegaskan tujuan utama kehadiran Indonesia di Innoprom bukan sekadar menghadiri pameran industri, namun mengubah peluang tersebut menjadi kerja sama bisnis yang konkret.

Bendera Rusia (File Photo Reuters)Bendera Rusia (File Photo Reuters) Foto: Bendera Rusia (File Photo Reuters)

"Indonesia baru saja menandatangani FTA dengan Eurasia. Kawasan itu memiliki hampir 190 juta penduduk dengan daya beli yang tinggi. Ini kesempatan yang harus dimanfaatkan untuk menggali kerja sama antara Indonesia dengan Rusia maupun negara-negara Eurasia lainnya," katanya.

Pemerintah juga menilai peningkatan perdagangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan daya saing industri nasional. Karena itu, produk-produk Indonesia yang dipromosikan ke pasar internasional akan difokuskan pada sektor yang memiliki nilai tambah tinggi, mulai dari makanan dan minuman olahan, tekstil, furnitur, produk karet hingga hasil hilirisasi sumber daya alam.

"Kata kunci pencapaian pertumbuhan ekonomi 8% bagi kami ada dua, yaitu perdagangan yang harus semakin besar dan investasi yang harus terus masuk ke Indonesia," ujar Agus.

Selain memberikan berbagai insentif bagi dunia usaha, pemerintah juga menaruh perhatian pada kepastian hukum, kemudahan berusaha, ketersediaan energi, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia. Berbagai faktor tersebut menjadi pertimbangan utama investor ketika memutuskan menanamkan modal di suatu negara.

"Kami ingin menyampaikan kepada para investor bahwa Indonesia siap bekerja sama. Hubungan itu harus saling menguntungkan, Indonesia menang dan mitra kita juga menang. Dengan begitu investasi yang masuk akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," tutup Agus.

(fys/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Banyak Pabrik Relokasi ke Jateng, Bos Pengusaha Beri Catatan Ini


Most Popular
Features