MARKET DATA
Internasional

Tetangga RI Minta Warga Hemat Listrik Gara-Gara Tagihan Rekor

tfa,  CNBC Indonesia
25 June 2026 21:30
Pemandangan kota Hanoi di tengah polusi udara, Vietnam, 11 Desember 2025. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Foto: Pemandangan kota Hanoi di tengah polusi udara, Vietnam, 11 Desember 2025. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Jakarta, CNBC Indonesia - Vietnam mulai mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk menghemat penggunaan listrik. Langkah ini diambil setelah gelombang panas ekstrem mendorong konsumsi energi nasional ke level tertinggi sepanjang sejarah.

Perusahaan listrik milik negara Vietnam Electricity (EVN) meminta rumah tangga dan sektor bisnis menggunakan listrik secara lebih efisien guna mengurangi tekanan terhadap jaringan kelistrikan nasional yang tengah menghadapi lonjakan permintaan.

"Penggunaan listrik secara efisien dan efektif tidak hanya membantu mengurangi biaya listrik tetapi juga mengurangi tekanan pada jaringan listrik nasional," kata EVN dalam pernyataannya pada Kamis (26/6/2026), seperti dikutip Reuters.

Permintaan listrik di negara tetangga RI tersebut melonjak seiring suhu udara yang terus meningkat. Badan meteorologi nasional memperkirakan suhu di sejumlah wilayah negara itu akan melampaui 40 derajat Celcius pada Kamis.

EVN mencatat beban puncak listrik mencapai 58,46 gigawatt pada Rabu, menjadi rekor tertinggi baru bagi Vietnam. Lonjakan konsumsi terutama didorong oleh meningkatnya penggunaan pendingin ruangan dan perangkat elektronik untuk menghadapi cuaca panas.

Untuk mengurangi beban sistem kelistrikan, EVN mengimbau masyarakat mengatur suhu pendingin ruangan tidak lebih rendah dari 26 derajat Celcius. Perusahaan juga mendorong penggunaan pencahayaan alami dan ventilasi udara alami guna menekan konsumsi energi.

Selain mengajak masyarakat berhemat, Vietnam juga meningkatkan impor listrik dari negara tetangga. EVN menyatakan seluruh pembangkit listrik domestik saat ini dioperasikan pada kapasitas maksimal guna memastikan pasokan listrik tetap aman dan mencukupi.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko gangguan pasokan listrik di tengah tingginya permintaan energi yang diperkirakan masih akan berlanjut selama periode cuaca panas ekstrem.

(tfa/șef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Vietnam Makin Jago Tarik Turis Asing


Most Popular
Features