AHY Pasang Target Soetta Masuk Top 10 Bandara Terbaik di Dunia 2029
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, menargetkan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) masuk jajaran 10 bandara terbaik dunia pada 2029. Menurutnya, target tersebut realistis mengingat peringkat Soetta terus membaik dalam beberapa tahun terakhir.
AHY mengatakan, penguatan ekosistem kebandarudaraan menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di berbagai daerah.
"Salah satu upaya kita untuk menggerakkan ekonomi secara nasional dan juga di berbagai daerah, adalah melalui penguatan tata kelola ekosistem kebandarudaraan sebagai salah satu moda transportasi yang diharapkan bisa meningkatkan mobilitas atau transportasi manusia, barang, maupun jasa," kata AHY dalam rapat koordinasi tingkat menteri di kantornya, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah memiliki tiga agenda utama, yakni penyusunan landasan hukum, penyusunan rencana aksi Bandara Soekarno-Hatta, serta monitoring dan evaluasi bandar udara internasional.
"Beberapa bulan yang lalu kita membahas tentang semangat kita untuk menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai top ten, 10 bandara terbaik di dunia pada tahun 2029. Dan itu harus diikuti dengan penguatan aksesibilitasnya," ujarnya.
Petugas bergerak cepat menangani air usai Atap bangunan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ambruk imbas hujan deras dan angin kencang pada Senin (6/4/2026). (Dok. Detikcom/Grandyos Zafna) Foto: Petugas bergerak cepat menangani air usai Atap bangunan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ambruk imbas hujan deras dan angin kencang pada Senin (6/4/2026). (Dok. Detikcom/Grandyos Zafna) |
Menurut AHY, target tersebut bukan sekadar ambisi. Ia menilai posisi Bandara Soekarno-Hatta terus menunjukkan perbaikan dibandingkan bandara internasional lainnya.
"Dari tahun 2022, Bandara Soekarno-Hatta itu peringkat 51 dunia. Secara bertahap, secara gradual semakin kecil peringkatnya. Sebelumnya tahun 2025 kita di peringkat 25, kemudian 2026 di peringkat 22. Jadi sudah naik tiga peringkat. Sedangkan proyeksi kita di 2027, 2028, 2029, kenapa tidak kita punya ambisi untuk kita masuk ke 10 besar. Saya pikir ini feasible (bisa dilakukan), bukan sesuatu yang terlalu jauh dari jangkauan kita," ucap dia.
Namun, AHY mengakui masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan agar target tersebut tercapai. Berdasarkan hasil evaluasi pemerintah dan audit BPKP, persoalan terbesar bukan lagi infrastruktur, melainkan lemahnya koordinasi antarinstansi.
"Permasalahan utama, adalah belum optimalnya tata kelola kolaborasi lintas pemangku kepentingan," katanya.
Ia menilai ego sektoral masih menjadi hambatan utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebandarudaraan.
"Tentunya semua punya peran, tapi kita juga bicara banyak yang ego sektoral, banyak yang masih tersekat-sekat. Ini tidak baik jika kita ingin meningkatkan pelayanan secara keseluruhan," tegas AHY.
Menurut dia, peningkatan jumlah penerbangan internasional memang terus terjadi, namun belum diimbangi tata kelola yang terintegrasi. Karena itu, pemerintah kini menyiapkan penguatan regulasi sebagai fondasi pembenahan ekosistem kebandarudaraan.
"Tujuan utama rapat ini adalah untuk menguatkan tata kelola ekosistem kebandarudaraan, melalui penguatan regulasi dan kolaborasi lintas sektor," ucapnya.
"Yang jelas setelah itu kita berupaya untuk meningkatkan daya saing. Sekali lagi competitiveness itu adalah ukuran dari prestasi kualitas layanan bandara. Dan yang terakhir, memastikan agar sektor kebandarudaraan benar-benar menjadi pengungkit konektivitas nasional kita. Pertumbuhan ekonomi, pemerataan, mudah-mudahan bisa tercipta dan mengikuti," pungkas dia.
(wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
