DEN Sebut Program EBT Wajib Jalan Terus Meski AS-Iran Damai
Jakarta, CNBC Indonesia - Anggota Dewan Energi Nasional, Mohamad Fadhil Hasan buka-bukaan soal potensi pengembangan program energi baru terbarukan (EBT) yang terus dijalankan oleh pemerintah. Hal ini tersebut menjadi salah satu langkah penting yang wajib dilakukan pemerintah Indonesia untuk mencapai ketahanan energi, mengurangi energi karbon, hingga ketergantungan pada bahan bakar fosil yang semakin menipis.
Terlebih dengan adanya ketegangan politik yang terjadi di negara timur tengah. Hal itu dianggapnya sebagai pembelajaran bahwa Indonesia perlu mendorong percepatan EBT.
"Yang kita harus lakukan bagaimana melakukan diversifikasi sumber-sumber daya energi. Kita analis geoplotik dari AS satu hal yang positif dari adanya perang di timur tengah semua negara mempercepat energi baru terbarukan, dan menjadi momentum mempercepat program ebt," terangnya saat berbicara di Energy Forum CNBC Indonesia, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Presiden Prabowo Subianto pun ujarnya telah menyatakan tengah mengejar proyek ambisius pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GW. Proyek yang diproyeksikan menelan dana sekitar Rp1.800 triliun ini bertujuan untuk swasembada energi, mengurangi ketergantungan pada diesel (PLTD) di wilayah timur, dan mendorong transisi energi
Selain itu ada juga program konversi 120 juta motor menjadi motor listrik, dan ada Biodiesel B50 yang akan berlaku mulai 1 juli 2026.
Ia pun berharap pengembangan tersebut bisa terus dijalankan, meski kondisi geopolitik ke depan mereda. Hal ini dianggapnya sangat penting, agar proses transisi bisa benar-benar berjalan sesuai harapan.
"Saya kira kita tidak berpuas diri dengan kondisi sekarang ini, tantangannya adalah kalo situasi mereda damai gitu ya. Yang dituntut adalah konsistensi. Kita mendorong semua pihak agar konsisten melaksanakan program transisi energi ini meski keadaan kembali normal dan ketidakpastian masih tinggi ke depan," jelasnya.
source on Google [Gambas:Video CNBC]