MARKET DATA

Menaker & Ara Datangi Kantor Purbaya, Bahas Tapera-Nasib Rusun MBR

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
24 June 2026 15:10
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PKP Maruarar Sirait, dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat menghadiri Rapat komite Tapera di Jakarta, Rabu (24/6/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PKP Maruarar Sirait, dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat menghadiri Rapat komite Tapera di Jakarta, Rabu (24/6/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tiga Menteri menggelar rapat terbatas terkait tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan rumah susun (rusun) subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Tiga menteri itu ialah Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli.

Tak hanya membahas rusun subsidi untuk MBR, rapat ini juga membahas evaluasi dan rencana program BP Tapera.

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Prabowo mulai membangun program rusun subsidi. Di tahap awal sebanyak 140.000 unit rusun dibangun di Kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan akan ada sekitar 140.000 unit rusun subsidi dibangun di atas lahan 30 hektare

"Pak James (Bos Lippo Group James Riady) ini bicara sama saya langsung dengan Pak Hashim (Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo) dan Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Rencana tahun ini sudah akan dimulai rumah susun yang akan dibangun buat rakyat di Meikarta," kata Ara di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026) lalu.

Ara menjelaskan, lokasi pembangunan rusun subsidi tersebut telah disiapkan. Kawasan Meikarta dinilai memiliki kebutuhan hunian yang tinggi, terutama dari kalangan pekerja dan buruh yang beraktivitas di kawasan industri sekitar.

"Segera tahun ini kita akan mulai membangun lahannya sudah siap dan saya pikir kalau segi demand-nya di daerah itu saya pikir luar biasa," imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menilai kolaborasi dengan pengembang swasta menjadi cara dalam percepatan pembangunan rusun. Ara pun mendorong agar proyek ini tidak berlarut-larut dan segera masuk tahap konstruksi.

"Untuk rumah susun saya berharap jangan lama-lama segera dibangun Bu Sri (Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Hariyati), Pak James, segera dibuat, fokus di situ," tuturnya.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Menaker Ungkap Update Terbaru Program MagangHub Angkatan 2, Simak!


Most Popular
Features