MARKET DATA
Internasional

Siaga Perang Baru, Bomber Nuklir Rusia Dibuntuti Jet Misterius 16 Jam

sef,  CNBC Indonesia
23 June 2026 21:40
Russian Tu-95 strategic bomber flies during Russian-Chinese military aerial exercises to patrol the Asia-Pacific region, at an unidentified location, in this still image taken from a video released May 24, 2022. Russian Defence Ministry/Handout via R
Foto: via REUTERS/HANDOUT

Jakarta, CNBC Indonesia - Pesawat pembom strategis berkemampuan nuklir Tu-160 Rusia telah melakukan latihan di perairan Laut Barents dan Norwegia. Hal ini dikatakan Kementerian Pertahanan Rusia, Selasa (23/6/2026), di tengah ketegangan antara Moskow dan NATO terkait konflik Ukraina.

Pesawat tersebut dikawal oleh jet tempur MiG-31 dan melakukan latihan pengisian bahan bakar di udara. Kementerian mengatakan penerbangan itu sebagai penerbangan patroli rutin di wilayah Arktik antara Norwegia, Islandia, dan Greenland.

"Semua penerbangan Pasukan Dirgantara Rusia dilakukan sesuai dengan peraturan internasional yang mengatur penggunaan wilayah udara," kata kementerian itu melalui Telegram, dikutip RT.

Meski demikian, Rusia mengatakan bahwa mereka dibuntuti pesawat tempur dari negara asing yang tidak disebutkan namanya. Jet misterius itu mengikuti selama 16 jam.

Sebelumnya, Rusia dan sekutunya Belarus melakukan latihan nuklir gabungan pertama mereka bulan lalu. Presiden Vladimir Putin mengatakan pencegahan nuklir melindungi kedaulatan kedua negara pada saat "meningkatnya ketegangan global, serta munculnya ancaman dan risiko baru".

Moskow telah memperingatkan bahwa dukungan militer NATO terhadap Ukraina dan meningkatnya militerisasi di Eropa dapat menyebabkan konflik yang lebih luas.

"Konfrontasi langsung antara NATO dan Rusia dapat dengan cepat meningkat menjadi serangan nuklir, dengan konsekuensi bencana," tulis Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dalam sebuah opini baru-baru ini yang ditolak oleh Politico Europe.

"Keprihatinan yang mendalam atas usulan Perancis untuk memperluas pencegahan nuklirnya ke Jerman dan anggota NATO lainnya.

Berbicara di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg bulan ini, Putin menegaskan kembali bahwa Rusia tidak akan menyerang anggota NATO kecuali Rusia diserang terlebih dahulu.

Sementara itu, Rusia menganggap latihan dilakukan di perairan netral. Namun faktanya Norwegia adalah bagian dari negara NATO yang bergabung tahun 1949 sementara Greenland juga milik Denmark, negara aliansi, yang juga bergabung di tahun yang sama.

(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Gila Nuklir! AS Kuras Dana Fantastis, Kalahkan Gabungan Seluruh Dunia


Most Popular
Features