Bukan Masalah Bahan Baku-Ini Penyebab Pabrik NIKE Rumahkan 4.000 Buruh
Jakarta, CNBCÂ Indonesia - Sebanyak 4.000 pekerja pabrik sepatu pemasok NIKE di Kabupaten Bandung dirumahkan sejak 15 Juni 2026. Sebelumnya disebutkan, hal itu disebabkan masalah gangguan pasokan bahan baku yang dialami pabrik.
Namun, setelah komunikasi lanjut, diketahui penyebab utama pabrik harus merumahkan karyawan karena masalah lain.
"Perlu diluruskan, penyebab terjadinya pekerja di pabrik sepatu NIKE dirumahkan ternyata karena terjadi gap order atau jeda pesanan. Bukan karena keterlambatan bahan baku," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi kepada CNBC Indonesia, Selsa (23/6/2026).
"Saya mendapatkan info teknis itu (pekerja dirumahkan karena masalah bahan baku) awalnya dari Ketua DPD KSPN Kabupaten Bandung. Lalu saya kroscek ke Ketua KSPN pabrik tersebut. Dan ternyata hasil kroscek tersebut masih ada yang perlu diluruskan soal sebab terjadinya pekerja dirumahkan," tambahnya menjelaskan.
Di sisi lain, Ristadi menekankan, langkah perusahaan merumahkan pekerja dilakukan untuk mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). Dalam hal ini, kata dia, pekerja diliburkan padahal hari kerja, bukan sedang suspend bergilir.
"Tindakan ini biasanya dilakukan karena 4 hal. Yaitu, terjadi penurunan omzet atau pesanan/order atau bahkan belum ada pesanan kembali. Perusahaan mengalami kerugian dan melakukan efisiensi. Atau, akibat kejadian force majeure, misal bencana alam, kebakaran, kerusakan mesin dan lain-lain. Serta, karena perusahaan dalam proses restrukturisasi," papar Ristadi.
Di sisi lain, sambung dia, terlepas pekerja di pabrik tersebut dirumahkan atau di-suspend bergilir, yang harus jadi fokus perhatian adalah terjadi PHK harus bisa dicegah. Ristadi berharap, nasib pekerja yang sedang dirumahkan tidak berakhir tragis.
"Saya bersyukur Pemerintah turun melakukan kroscek sebagai usaha antisipasi dampak lebih jauh, yaitu terjadinya PHK. Saya berharap sih begitu, bukan hanya sekadar menjadi panggung tapi tidak bisa mencegah PHK, seperti kasus PT Sritex," tukas Ristadi.
source on Google [Gambas:Video CNBC]