Purbaya Happy! K/L Kini Makin Jago Belanja Dorong Ekonomi RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Kementerian/Lembaga (K/L) memilki kemampuan yang baik untuk belanja anggaran.
Menurutnya, K/L kini makin mampu menyerap anggaran dengan baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Mereka semuanya jago kok belanja cepat, mereka jago-jago," ujar Purbaya dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia, dikutip Selasa (23/6/2026).
Meskipun demikian, Purbaya tetap berpesan untuk K/L yang memiliki tingkat belanja rendah atau tidak memenuhi target, akan diatur ulang anggarannya di tahun depan.
Purbaya menjelaskan seberapa cepat penyerapan anggaran bukan merupakan ukuran tunggal keberhasilan K/L, tapi harus disertai dengan efektivitas penyerapan anggaran serta kontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Penyerapannya dan efektivitasnya (ukuran keberhasilan utama). Kan mereka sudah menghitung sebelumnya program yang paling bagus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi seperti apa," ujar purbaya
Belanja K/L tersebut tetap dimonitor oleh Purbaya dari segi fiskalnya, tetapi jika ada penyimpangan atau korupsi akan ditindak tegas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Yang melenceng-melenceng ya tetap dimonitor dan Bapak Presiden, tetap tidak ragu untuk mengambil tindakan. Seperti beberapa kasus beberapa waktu terakhir kan. Jadi Bapak Presiden amat fleksibel dan komit terhadap pemberantasan korupsi dan terhadap penciptaan pemerintah yang bersih," ucap Purbaya.
Sebagaimana diketahui, belanja negara memang mampu tumbuh cepat sejak periode pertama tahun ini. Nilainya bahkan mencapai Rp 1.365,4 triliun pada akhir Mei 2026 atau tumbuh 34,4% secara tahunan (yoy).
Jika dirinci, belanja kementerian dan lembaga (K/L) mengalami pertumbuhan paling tinggi, yakni 58,9% hingga mencapai Rp 517,7 triliun pada akhir Mei 2026.
Purbaya mengatakan peningkatan belanja ini bagian dari langkah mengoptimalisasi belanja sejak awal tahun.
"Kita ingin belanja merata sepanjang tahun tidak hanya di kuartal IV," papar Purbaya, dalam konferensi pers APBN KiTa awal bulan lalu, dikutip (22/6/2026).
Dari belanja K/L ini, pertumbuhan terjadi hampir di semua pos belanja, yakni belanja pegawai, belanja barang, belanja modal dan belanja bansos. Pertumbuhan tertinggi dicetak oleh belanja barang yang mencapai 114,9% ke level Rp 209,3 triliun pada akhir Mei 2029.
Belanja barang ini didorong oleh pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari data Kemenkeu, penyaluran belanja MBG mencapai Rp 86,6 triliun.
Selain itu, ada hal menarik dalam paparan ini, Kementerian Keuangan mencatat belanja pegawai mencapai Rp 155,1 triliun atau naik 25,2%. Kenaikan ini didorong oleh adanya pengangkatan 355.000 ASN baru dan akselerasi pembayaran tunjangan pendidik non-PNS.
"Ini menunjukkan strategi Bapak Presiden untuk memastikan belanja tepat waktu dan tepat sasaran untuk perekonomian," katanya.
(arj/arj) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]