MARKET DATA
Economic Update 2026

Purbaya Siapkan Insentif Baru, Tinggal Tunggu Restu Presiden

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
23 June 2026 09:55
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, tengah menyiapkan sejumlah insentif baru. Bentuknya berupa insentif pembelian mobil dan motor listrik hingga bantuan langsung tunai.

"Sepanjang tahun ini kita sedang mempertimbangkan insentif untuk mobil listrik, motor listrik," kata Purbaya dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia dikutip Selasa (23/6/2026).

Selain itu, Purbaya juga menyiapkan insentif lain seperti bantuan langsung tunai untuk masyarakat yang membutuhkan dan tambahan untuk masyarakat yang selama ini belum pernah menerima bantuan pemerintah, bantuan pangan, dan lainnya.

"Jadi stimulus dan perekonomian akan ada terus. Nanti akan kita lihat sesuai dengan kebutuhannya. Sebelumnya kita semua menunggu petunjuk dari Bapak Presiden," kata Purbaya.

Meski begitu, Purbaya menegaskan, insentif tambahan bagi perekonomian masyarakat ini masih harus menunggu ketetapan dari Presiden Prabowo Subianto.

"Tapi nanti kita juga menunggu arahan Bapak Presiden walaupun Bapak Presiden sudah memberikan arahan untuk mempertimbangkan itu. Kami sudah hitung, kami tunggu keputusan seperti apa," 

Sebelumnya, pemerintah juga telah sepakat menggelontorkan Paket Stimulus Ekonomi Semester II-2026 sebagai insentif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat makin cepat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, paket stimulus ekonomi ini menitik beratkan diskon tiket transportasi untuk libur sekolah maupun Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, program magang nasional, hingga insentif pajak penulis.

Khusus untuk diskon tiket transportasi, termasuk angkutan udara, untuk liburan sekolah nilainya Rp 190 miliar dengan penerima manfaat 3,07 juta orang, sedangkan untuk Nataru nilainya Rp 161,4 miliar dengan penerima 2,87 juta orang.

"Diskon transportasi dan juga diskon untuk angkutan udara ini selama liburan sekolah nanti dan juga untuk Nataru," kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Selanjutnya, stimulus tambahan yang diberikan dalam bentuk pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) juga diberikan khusus untuk tiket pesawat dengan nilai Rp 472,7 miliar dan menargetkan 2,3 juta selama momen libur sekolah, sedangkan Nataru disiapkan senilai Rp 722 miliar dengan target 3,7 juta penumpang.

Selain stimulus untuk mobilitas masyarakat, insentif ekonomi selanjutnya dalam bentuk program magang nasional pada Juli 2026 untuk 150 ribu target peserta dengan anggaran Rp 4,14 triliun. Lalu, program vokasi nasional untuk 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu korban PHK dengan nilai anggaran Rp 2,12 triliun.

"Jadi itu yang tadi dibahas dan ini semuanya diharapkan bisa menjadi stimulus di kuartal ke-2," tegas Airlangga.

Terakhir, ialah dalam bentuk insentif pajak untuk para penulis. Bentuk insentifnya ialah pajak penghasilan (PPh) final dengan tarif 1,5%. Khusus untuk insentif ini Airlangga belum mau mengungkapkan besaran anggaran yang disiapkan.

Dengan demikian, total Paket Stimulus Ekonomi Semester II-2026 ini akan menyerap anggaran pemerintah senilai Rp 7,8 triliun, belum memperhitungkan insentif PPh Final para Penulis.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pekan Depan Diumumkan, Ini Bocoran Insentif Ekonomi Kuartal III-2026


Most Popular
Features