Video: 145 Aturan Dipankas, Swasembada Tercapai-Bikin Petani Sejahtera
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintahan Presiden Prabowo resmi mengumumkan pencapaian swasembada pangan pada tahun 2025 atau lebih cepat dari target 2029.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan keberhasilan swasembada pangan tidak lepas dari Langkah pemerintahan presiden Prabowo yang mengoreksi kebijakan yang selama 28-29 tahun pasca reformasi di era pasar bebas. Hal ini dilaksanakan lewat strategi dan kebijakan swasembada pangan menuju kedaulatan pangan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi namun juga pada upaya mendorong kesejahteraan petani, nelayan dan peternak Indonesia.
Reformasi kebijakan ini salah satunya melalui pemangkasan 145 aturan penyaluran pupuk subsidi kepada para petani, hasilnya produksi beras naik 7-8%. Selain itu juga dilakukan peningkatan produktivitas sawah lewat penyelesaian proyek irigasi. Di sisi lain, Pemerintah menaikan Harga gabah petani dan mengatasi persoalan tengkulak Harga lebih baik.
Dalam upaya menjaga keberlanjutan swasembada pangan, pemerintah melakukan sejumlah program termasuk cetak sawah baru di Merauke, Papua, di Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan sebanyak 1 juta hektare. Selain itu juga dilakukan penguatan fungsi lahan sawah melalui aturan larangan lahan pertanian diubah menjadi lahan pemukiman dan sebagainya.
Pemerintah juga bekerjasama dengan BRIN dalam pengembangan varietas bibit dan benih padi yang dapat meningkatkan produktivitas beras.
Selain itu pemerintah mendorong swasembada protein di tahun 2026 yakni ikan, udang, telur dan ayam. Dimana KKP telah menjalankan program unggulan Kampung Nelayan Merah Putih yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas tangkapan ikan sekaligus memastikan kesejahteraan nelayan dan mengatasi persoalan tengkulak dan rentenir.
20 ribu Kampung Nelayan Merah Putih yang didukung oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan mengatasi persoalan nelayan lewat pembangunan balai lelang, pabrik es, cold storage dan penguatan rantai distribusi hasil tangkapan nelayan.
Terkait Kopdes Merah Putih yang ditargetkan dibangun 80.000 unit, Zulhas saat ini berfokus pada 40.000 unit di tahap awal dan baru akan beroperasi di September 2026 dimana Kopdes bukan merupakan supermarket dan fungsinya ditujukan untuk mengatasi persoalan rantai pasok yang panjang.
Kopdes juga ditujukan sebagai infrastruktur pemerintah yang akan menyalurkan bantuan sosial agar tepat sasaran serta menyalurkan pupuk subsidi, gas subsidi hingga akses pembiayaan dengan bunga rendah. Koperasi juga akan offtaker mendukung aktivitas ekonomi desa yang akan menyerap hasil produksi beras hingga ikan masyarakat setempat
Selengkapnya simak dialog Crysania Suhartanto dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dalam Economic Update, CNBC Indonesia (Rabu, 24/06/2026)
Add
source on Google